RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Tingkatkan Literasi Generasi Muda, Rumah Baca Aqlea Sokaraja Gelar Pelatihan Jurnalistik

NYALANUSANTARA, BANYUWANGI- Rumah Baca Aqlea menggelar kegiatan Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Muda di Desa Kalikidang, RT 003 RW 004, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pelajar SMA/SMK, mahasiswa, dan masyarakat umum dari wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen).

Kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan program Fasilitasi dan Pembinaan Kelompok Masyarakat: Apresiasi bagi Komunitas Literasi Tahun 2025 dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen RI.

Rumah Baca Aqlea menghadirkan dua narasumber, yakni Agus Sudono, M.Hum., widyabasa dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, serta Alvin Pramesty dari Sanggar Bahasa UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto.

Kepala Desa Kalikidang Prio Purwanto menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan jurnalistik menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk belajar menulis berita sekaligus memperkenalkan Desa Kalikidang ke masyarakat luas.

“Harapan kami, melalui pelatihan ini anak muda dapat menjadi jurnalis yang mewartakan berita secara berimbang, adil, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Prio dalam sambutan pembukaan.

Sementara itu, Ketua Rumah Baca Aqlea Harisman menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan membekali peserta dengan dua keterampilan utama di bidang jurnalistik, yakni kemampuan menjadi reporter lapangan dan menulis berita dengan struktur yang baik.

“Melalui pelatihan ini, peserta diajak belajar menggali informasi, melakukan wawancara, serta menulis naskah berita yang menarik dan bertanggung jawab. Diharapkan kegiatan ini menumbuhkan semangat literasi, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi generasi muda di era digital,” terang Harisman.

Dalam sesi pertama, Alvin Pramesty membahas dasar-dasar jurnalistik, unsur berita, struktur penulisan, hingga praktik membuat berita. Peserta juga diajak berlatih menyampaikan berita secara langsung dan melakukan perekaman video.

“Yang harus diperhatikan adalah kelengkapan unsur 5W + 1H (what, who, when, where, why, how) serta penggunaan bahasa jurnalistik yang singkat, padat, dan lugas agar berita mudah dipahami pembaca,” jelas Alvin.

Sesi kedua diisi oleh Agus Sudono, yang menekankan pentingnya penyuntingan naskah sebelum berita diterbitkan.

“Penyunting harus memastikan naskah memenuhi kaidah bahasa, memiliki struktur yang jelas, dan menyajikan informasi yang akurat. Ketelitian dan konsistensi adalah kunci agar berita layak terbit,” ujar Agus.

Salah satu peserta, Via Ayu Juniasih, siswi SMKN 1 Kalibagor, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan ini.

“Saya jadi lebih paham tentang jurnalistik dan dapat banyak teman baru,” ungkap Via.

Peserta lain, Muhammad Andry Pratenta, mahasiswa UIN Saizu jurusan Ilmu Perpustakaan dan Sains Informasi, menambahkan bahwa pelatihan ini memberinya bekal penting untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jurnalistik di kampus.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini