Konsumsi Berlebihan Junk Food Bisa Timbulkan Masalah Serius bagi Kesehatan, Ungkap Peneliti UNAIR
Red - 07 Februari 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya - Dalam era di mana makanan cepat saji atau yang lebih dikenal dengan sebutan junk food menjadi favorit banyak orang, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa konsumsi berlebihan makanan tersebut dapat menghadirkan masalah serius bagi kesehatan.
Menurut Dr. Siti Rahayu Nadhiroh SKM M Kes, seorang Dosen dan Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (UNAIR), junk food cenderung rendah akan zat-zat gizi esensial seperti vitamin dan mineral, namun tinggi akan kandungan energi, garam, gula, atau lemak yang dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.
Dr. Nadhiroh menjelaskan bahwa efek dari konsumsi junk food tidak selalu langsung terasa, namun dapat bersifat jangka panjang.
"Baru ketika masalah kesehatan muncul pada kemudian hari, orang menyadari konsekuensinya. Studi dan penelitian telah membuktikan efek negatif jangka panjang dari kebiasaan mengkonsumsi junk food itu," ujarnya.
Dampak dari konsumsi berlebihan junk food tidak hanya terbatas pada masalah kesehatan fisik seperti obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan stroke, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental dan kognitif.
Dr. Nadhiroh menyoroti bahwa konsumsi junk food dapat mengganggu fungsi otak, mengurangi konsentrasi, dan merusak ingatan.
Faktor lain yang turut memperkuat dampak buruk dari konsumsi junk food adalah gaya hidup dan faktor genetik.
Ketersediaan junk food yang tinggi, paparan iklan yang merangsang, serta kurangnya kesadaran individu tentang pentingnya pola makan sehat menjadi faktor pendukung yang memperkeruh situasi.
Untuk mengatasi masalah ini, Dr. Nadhiroh menekankan perlunya kolaborasi antara individu, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan solusi yang efektif.
Upaya pembatasan penjualan dan iklan junk food, promosi makanan sehat yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang, serta penelitian lebih lanjut terkait perubahan perilaku dianggap sebagai langkah yang penting.
"Kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan untuk mengurangi prevalensi konsumsi junk food, terutama di kalangan anak muda dan mahasiswa," tandasnya.
Dengan demikian, kesadaran akan bahaya konsumsi berlebihan junk food serta langkah-langkah preventif yang diambil dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan mereka dan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Fakultas Hukum Unwahas Semarang Jalin Kerjasama dengan BTU Thailand
Ilmu 2 jam lalu
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 15 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 16 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 2 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Redmi Turbo 5 Series Siap Meluncur di China, Turbo 5 Max Usung Dimensity 9500s dan Baterai 9.000mAh
Tekno 9 menit lalu
2.807 Personel Polda Jateng Terima Tanda Kehormatan dari Presiden RI
Ragam Nusantara 19 menit lalu
Sopir Bus Harapan Jaya Jadi Tersangka Kecelakaan Beruntun di Kediri
Ragam Nusantara 34 menit lalu
Vivo X200T Resmi Meluncur di India, Andalkan Kamera Zeiss dan Baterai Jumbo 6.200mAh
Tekno 1 jam lalu
Tim Trauma Healing Polres Purbalingga Ajak Anak Mengaji, Bagikan Sarung dan Kopiah
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Mohanlal Umumkan Film Baru L367, Kembali Berkolaborasi dengan Sutradara Vishnu Mohan
Lifestyle 1 jam lalu
Fakultas Hukum Unwahas Semarang Jalin Kerjasama dengan BTU Thailand
Ilmu 2 jam lalu
Ranbir Kapoor Pastikan Animal Park Baru Mulai Syuting pada 2027
Lifestyle 2 jam lalu
Lapas Semarang Dorong Napi Produksi Kopi Sachet
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Viral Diserang RPG dan Senapan, Land Cruiser Wali Kota di Filipina Tetap Utuh
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Dari Konten Parodi ke Bisnis Global, Khaby Lame Raih Kesepakatan Rp15,1 Triliun
Lifestyle 4 jam lalu