Dosen UGM: ISPA Jadi Masalah Utama Kesehatan Pascabanjir Bandang di Aceh
Helmi Idham - 26 Desember 2025 - VestibulaNYALANUSANTARA, Jakarta- Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, infrastruktur, dan rumah-rumah yang hancur, tetapi juga menambah ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan yang tercatat dalam Laporan Situasi Penyakit Potensi KLB/Wabah menunjukkan sedikitnya 21.079 kasus penyakit yang merebak setelah bencana ekologis tersebut. Dari jumlah tersebut, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit dominan dengan 9.731 kasus per Jumat 19 Desember 2025.
Menanggapi kondisi ini, dokter spesialis paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sekaligus dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, dr. Ika Trisnawati, MSc, SpPD, K.P., menjelaskan bahwa penyakit menular menjadi masalah utama pascabencana. "Lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan virus," ujarnya dikutip dari laman resmi UGM, Jumat 26 Desember.
Ika menekankan bahwa pengendalian penyakit di wilayah terdampak bencana jauh lebih sulit dibandingkan daerah normal. Kondisi tersebut diperburuk dengan keterbatasan akses air bersih, fasilitas sanitasi yang memadai, serta tempat tinggal yang layak. Oleh karena itu, ISPA sering kali muncul sebagai penyakit utama setelah banjir melanda.
Menurut Ika, beberapa kelompok rentan memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi ISPA, antara lain anak-anak, terutama balita, serta lansia. "Anak-anak memiliki sistem imun yang belum matang, sedangkan lansia cenderung memiliki sistem imun yang menurun seiring bertambahnya usia," jelasnya.
Selain itu, individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, dan kanker juga lebih rentan. Ika juga mengingatkan bahwa perokok lebih mudah terinfeksi ISPA karena kondisi paru-paru mereka yang sudah rentan.
Dalam situasi bencana, Ika menekankan pentingnya langkah proteksi diri bagi para korban, terutama kelompok rentan. Evakuasi ke tempat yang lebih aman dan bersih menjadi langkah krusial. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan alas kaki tertutup juga sangat penting untuk mencegah infeksi. Luka terbuka juga perlu diperhatikan agar tidak terkontaminasi dengan air atau lumpur yang terpapar bakteri.
Ika menjelaskan bahwa gejala ISPA biasanya baru muncul setelah banjir, bukan saat kejadian berlangsung. Hal ini disebabkan oleh lumpur dan partikel-partikel kering angin yang memudahkan virus dan bakteri masuk ke saluran pernapasan. Ia juga menegaskan bahwa pengobatan untuk ISPA tidak selalu membutuhkan antibiotik, karena penyakit ini umumnya disebabkan oleh virus dan iritasi. "Istirahat yang cukup, konsumsi air yang banyak, dan nutrisi yang baik sangat penting," tambahnya.
Peran pemerintah dan relawan dinilai sangat penting dalam mencegah meluasnya wabah pascabencana. Upaya yang perlu dilakukan antara lain penyediaan tempat pengungsian yang layak, air bersih, makanan bergizi, alat pelindung diri, serta pendirian pos kesehatan darurat. "Deteksi dini dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi wabah," ujarnya.
Ika juga mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak bencana untuk tetap menjaga kebersihan dan saling melindungi, meskipun dalam kondisi yang terbatas. "Tetap berusaha menjaga kesehatan dan kebersihan, terutama bagi kelompok rentan. Selalu ada harapan setelah cobaan, tetap tawakal," pungkasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 5 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 6 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 6 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 7 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 8 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 9 jam lalu