Terlibat Aktif Penanganan Pascabencana di Sumatera, UGM Kirimkan Ratusan Tenaga Kesehatan
Helmi Idham - 26 Desember 2025 - VestibulaNYALANUSANTARA, Jakarta- Sebanyak 600 tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dan perawat akan dikerahkan ke rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Langkah ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Senin, 15 Desember, di Istana Kepresidenan, Jakarta. Pengerahan tenaga medis ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Kesehatan dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM), yang telah mengirimkan tim medis sejak akhir November melalui jaringan Academic Health System (AHS).
Ketua Tim AHS UGM, Dr. dr. Sudadi, SpAn, KNA, KAR, menyatakan bahwa hingga kini, pihaknya telah mengirimkan tujuh tim medis secara bergantian ke Provinsi Aceh, terutama di daerah Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dan Kabupaten Bener Meriah. "Setiap pekan, tim medis berangkat ke lokasi dengan jumlah anggota sekitar 11 hingga 15 orang," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi UGM, Jumat 26 Desember.
Tim relawan yang terdiri dari dokter spesialis lintas disiplin, perawat, apoteker, nutrisionis, dan sanitarian ini berasal dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Rumah Sakit Akademik UGM (RSA UGM), serta rumah sakit mitra lainnya. Selama seminggu, para tim medis ini bertugas memberikan layanan kesehatan di lokasi bencana.
Anggota Tim Pokja Bencana FK-KMK UGM, Maryami Yuliana Kosim, SKep, Ns, MKep, PhD, mengungkapkan bahwa keterlibatan UGM dalam penanggulangan bencana ini sejalan dengan komitmen FK-KMK UGM terhadap pengembangan praktik kebencanaan. UGM juga berperan dalam optimalisasi dan pengembangan Health Emergency Operations Center (HEOC), yang berfungsi sebagai pusat komando, kontrol, dan koordinasi dalam menghadapi keadaan darurat kesehatan. "Sistem HEOC ini menggunakan Incident Command System yang mengoordinasi berbagai sub-klaster, seperti promosi kesehatan, pelayanan kesehatan, gizi, serta sub-klaster lainnya," jelas Maryami.
Selain itu, UGM berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam mengerahkan 600 tenaga kesehatan untuk penanganan bencana di Aceh dan wilayah Sumatera. Tim AHS UGM telah melakukan rekrutmen melalui kolegium masing-masing profesi dan spesialisasi, yang melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang, baik yang masih dalam pendidikan lanjutan maupun yang telah menyelesaikan residensi.
Maryami juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan dengan sistem pergantian tim setiap tujuh hingga delapan hari. Selain itu, kebutuhan dasar seperti air bersih, listrik, dan akses jalan menjadi tantangan utama dalam pemulihan layanan kesehatan. Oleh karena itu, pendampingan tidak hanya berfokus pada layanan medis, tetapi juga pada pemulihan fasilitas kesehatan agar dapat berfungsi optimal dalam fase rehabilitasi.
"Tujuan utama kami adalah memandirikan fasilitas kesehatan setempat agar lebih resilient dan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan setelah tim bantuan pulang," ujarnya.
Maryami berharap sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat untuk memastikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana berjalan efektif dan berkelanjutan. "Kami siap berkoordinasi dengan program Kemenkes dan melanjutkan pengiriman 600 tenaga cadangan kesehatan. Program ini diharapkan dapat disinergikan dan berkesinambungan," tutupnya.
Tim medis AHS UGM juga melibatkan rumah sakit-rumah sakit mitra, baik yang berada di bawah Kementerian Kesehatan seperti RSUP dr. Sardjito dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, maupun rumah sakit non-Kemenkes seperti RSA UGM dan RS Mata Dr. Yap, untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Fakultas Hukum Unwahas Semarang Jalin Kerjasama dengan BTU Thailand
Ilmu 5 jam lalu
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 18 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 19 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 2 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Thomas Djiwandono Tegaskan Komitmen Jaga Independensi Bank Indonesia
Ekbis 1 menit lalu
Kabur ke Tulungagung, Menantu Perempuan Terduga Pembunuh Lansia di Blitar Ditangkap Polisi
Ragam Nusantara 3 menit lalu
Kepesertaan JKN 85 Persen, Kota Semarang Raih Penghargaan UHC Award
Ragam Nusantara 19 menit lalu
Bank Jateng Raih Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026
Ragam Nusantara 49 menit lalu
Bayern Muenchen Pastikan Siap Perpanjang Kontrak Harry Kane
Sport 1 jam lalu
Kemenkum Jateng Goes to School: Penyuluhan Hukum Perdana Digelar di SMAN 1 Semarang
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Bocoran Oppo Find X9s Muncul, Usung Kamera 200 MP dan Baterai 7.000mAh
Tekno 2 jam lalu
Kemenkum Jateng Kaji Perundang-Undangan DPRD Jepara tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Redmi Turbo 5 Series Siap Meluncur di China, Turbo 5 Max Usung Dimensity 9500s dan Baterai 9.000mAh
Tekno 3 jam lalu
2.807 Personel Polda Jateng Terima Tanda Kehormatan dari Presiden RI
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Sopir Bus Harapan Jaya Jadi Tersangka Kecelakaan Beruntun di Kediri
Ragam Nusantara 3 jam lalu