Universitas Paramadina dan LP3ES Bedah Film Dirty Votes untuk Kawal Pemilu Jurdil
Fatih Tarusbawa - 15 Februari 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Jakarta- Sutradara Dirty Votes Dhandy Laksono mengaku tidak risau terkait dengan film besutannya yang menjadi polemik beberapa waktu terakhir. Dhandy mengatakan itu dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina dan LP3ES dengan tema "Bedah Film Dirty Votes Untuk Kawal Pemilu Jurdil" dan dilakukan secara daring, Selasa (13/2/2024) dan dimoderatori oleh Swary Utami Dewi.
"Saya nggak risau, saya punya material yang saya butuhkan untuk defense yaitu data yang solid dan kredibel, barisan orang-orang yang punya integritas dan bukan partisan. Tiga hal itu yang membuat saya confidence, saya tidak mau ada satu orang pun yang berperan dalam film pun berafiliasi dengan 01, 02, atau 03," kata Dhandy dalam keterangan Universitas Paramadina, Kamis (16/2).
Dandhy mengungkapkan latar belakang pembuatan film itu dikarenakan merasa resah dan gelisah dengan perkembangan pemberitaan belakangan ini. Adapun proses sampai dengan terbentuknya tim kurang dari 24 jam, dan film mulai digarap sekitar akhir bulan Januari. Semuanya dilakukan dalam hitungan hari, dengan kontribusi yang mereka punya.
"Kami itu tidak membincangkan paslon manapun, yang kami bincangkan adalah yang memiliki kekuasaan," tegas Bivitri Susanti Akademisi Protagonis Dirty Votes.
Bivitri memaparkan bahwa tujuan pembuatan film Dirty Votes bukan untuk mempengaruhi perubahan pilihan, pesan terpentingnya adalah bahwa kekuasaan itu benar-benar dapat terlihat dari kepala pemerintahan, kepala negara sebuah negara presidensiil yang jika disalahgunakan dapat sangat memberikan dampak.
"Seharusnya ada ruang untuk berpikir tentang demokrasi kita secara luas, kita tidak diberikan itu. Hukum sering dijadkan tameng bagi politikus yang tidak beretika. Partisipasi politik tak hanya 5 tahun sekali, partisipasi politik ini harus digunakan secara terus menerus dan harus kritis," kata Bivitri.
Selanjutnya Nur Hidayat Sardini, yang juga merupakan Ketua Bawaslu Pertama RI melihat film Dirty Votes mengungkapkan adanya deinstitusionalisasi demokrasi kita. Dimana film ini merupakan pelembagaan keresahan politik, film ini mampu menjadi kapiler dari seluruh persoalan dan semua orang yang merasa peduli dengan demokrasi merasa tersalurkan karena film Dirty Votes.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Webinar Paramadina Bahas Jejak Peradaban Islam di India dan Tantangan Muslim Minoritas
Ilmu 2 hari lalu
Perkuat Pertukaran Akademik Bertaraf Internasional, UPGRIS Jalin Kerjasama dengan Universitas di Nigeria
Ilmu 2 hari lalu
Alumni UNAIR Jadi Rektor Universitas Kepanjen dan Dirikan Yayasan Peduli ODHA
Ilmu 3 hari lalu
“Nawarta” Lahirkan Semangat Wirausaha Muda De Britto
Ilmu 5 hari lalu
Murid TK Berkesempatan Belajar di Luar Kelas di DMX Museum Ungaran
Ilmu 6 hari lalu
Terkini
Tinjau Kampung Nelayan Bonang Demak yang Terdampak Air Pasang, Wagub Jateng Tegaskan Komitmen Pemprov Atasi Rob
Ragam Nusantara 6 jam lalu
90 Persen Lulusan SMK di Jateng Terserap Kerja di Dunia Industri
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Gubernur Jateng dan Mendag Pantau Harga dan Pasokan Pangan Menjelang Lebaran 2026
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Review Film We, Everyday: Kisah Persahabatan dan Cinta Remaja yang Hangat dan Melankolis
Sinema 8 jam lalu
Gus Yasin: Jateng Sediakan Internet Gratis untuk Pemudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Review Film Number One: Drama Keluarga Hangat tentang Waktu dan Cinta Ibu-Anak
Sinema 9 jam lalu
Oppo Find N6 Segera Meluncur, Hadirkan Teknologi Layar Lipat Hampir Tanpa Bekas Lipatan
Tekno 9 jam lalu
Jateng Siap Amankan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Vivo X300s Segera Meluncur dengan Baterai 7.100mAh dan Fitur Gaming Canggih
Tekno 10 jam lalu
Hampir 29 Ribu Petugas Gabungan di Jateng Dikerahkan untuk Amankan Idul Fitri 2026
Ragam Nusantara 11 jam lalu
OnePlus 15T Siap Meluncur, Ponsel Ringkas dengan Baterai 7.500mAh dan Fast Charging 100W
Tekno 11 jam lalu