Mahasiswa KKN UGM Kembangkan Alat Pemanen Air Hujan di Magelang
Zinur Iqro - 16 Februari 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Magelang- Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN-PPM UGM) mengembangkan alat pemanen air hujan yang diadaptasi dari teknologi Gama Rain Filter untuk diterapkan di Desa Ngadiharjo, Magelang, Jawa Tengah.
Dengan memanfaatkan material sederhana dan biaya sekitar Rp400 ribu, alat tersebut dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih untuk berbagai keperluan rumah tangga. Hal itu dikatakan oleh salah satu anggota tim KKN-PPM tersebut Aushaf Mishbahuddin Muwaffaq.
“Pemanen air hujan kami kembangkan untuk kebutuhan rumah tangga skala kecil, sehingga dibuat versi prototipenya dengan harga yang terjangkau. Kami sudah melakukan sosialisasi dan menerapkan teknologinya ke masyarakat, saat ini teknologinya sudah terpasang di salah satu rumah warga,” kata Aushaf Mishbahuddin Muwaffaq.
Pemanen air hujan adalah sebuah teknologi pengumpulan dan penyimpanan air hujan yang jatuh dari langit-langit atau atap untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan irigasi tanaman, penyediaan air bersih, dan mengurangi ketergantungan pada pasokan air PAM atau sumur bor. Inovasi pembeda dari teknologi yang dikembangkan oleh KKN UGM terletak pada desainnya yang sederhana, murah, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, serta teknologi yang tidak memerlukan keahlian khusus untuk perakitan dan pengoperasiannya.
Komponen pemanen air hujan di antaranya meliputi tangki atau wadah penampungan air yang bisa berupa drum bekas, tong, atau bak beton. Saluran pembuangan air hujan dibuat menggunakan pipa PVC atau saluran lainnya untuk mengalirkan air hujan dari atap ke tangki penampungan.
Untuk komponen lain yang diperlukan seperti filter atau saringan, yang bermanfaat untuk menghilangkan kotoran dan partikel lain dari air hujan sebelum masuk ke dalam tangki penampungan. Di samping ketiga komponen utama tersebut, terdapat juga material tambahan berupa klem pipa, segel karet, dan bahan perekat untuk memastikan semua sambungan rapat dan tidak bocor.
Adanya teknologi pemanen air hujan sederhana itu, membuat masyarakat setempat memberikan dukungan positif. Untuk memperluas dampaknya, mahasiswa KKN berencana menyelenggarakan pelatihan terhadap komunitas dan mengajak lebih banyak warga untuk mengadopsi teknologi ini. “Inovasi penampung air hujan ini sangat membantu saya dan keluarga untuk menghemat penggunaan air PDAM. Saya menggunakan air yang terkumpul dari alat tersebut untuk mencuci piring, mencuci kendaraan, dan menyiram tanaman-tanaman saya,” ucap Tuti, salah satu warga desa.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 3 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 4 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 5 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 6 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 6 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 8 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 8 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 9 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 9 jam lalu