Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Karso Aji - 27 Januari 2026 - VestibulaNYALANUSANTARA, SURABAYA- Airlangga Education Expo (AEE) 2026 kembali menghadirkan kisah inspiratif dari para calon mahasiswa yang rela berjuang jauh demi meraih mimpi. Salah satu cerita yang mencuri perhatian datang dari Annisa Yulia Syafira Berutu, siswi asal Kota Subulussalam, Aceh, yang menempuh perjalanan panjang selama 16,5 jam untuk dapat hadir langsung di AEE 2026.
Perjalanan Panjang Penuh Tantangan
Siswi yang akrab disapa Fira ini harus berpindah dari satu kota ke kota lain sebelum akhirnya tiba di Surabaya. Perjalanannya dimulai dari Kota Subulussalam menuju Medan dengan waktu tempuh sekitar 9 jam, lebih lama dari biasanya akibat akses jalan yang masih terdampak banjir dan longsor.
Setibanya di Medan, Fira melanjutkan perjalanan udara menuju Malaysia selama 1 jam, kemudian transit sekitar 4 jam. Setelah itu, ia kembali terbang menuju Surabaya dengan durasi 2,5 jam. Seluruh perjalanan tersebut ia jalani seorang diri, berbekal tekad kuat serta doa dan dukungan penuh dari orang tua.
Dapat Apresiasi Langsung dari Rektor UNAIR
Perjuangan panjang Fira berbuah manis. Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, memberikan apresiasi khusus kepada siswi SMAN Unggul Subulussalam tersebut. Di hadapan peserta AEE dan jajaran pimpinan universitas, Fira berkesempatan berdialog langsung dengan rektor serta menyampaikan tekadnya untuk menjadi Ksatria Airlangga.
Dengan penuh percaya diri, Fira memaparkan berbagai prestasi yang telah ia raih selama masa SMA, sambil menunjukkan sertifikat-sertifikat kejuaraan yang dimilikinya. Melihat semangat, motivasi, dan rekam jejak prestasi tersebut, rektor pun merekomendasikan Fira sebagai kandidat penerima golden ticket, meski keputusan akhir tetap menunggu hasil seleksi SNBP.
Bangga dan Terharu
Meski belum dinyatakan resmi sebagai penerima golden ticket, Fira mengaku sudah merasa sangat bersyukur dan bangga.
“Perasaan saya luar biasa, sangat senang dan terharu. Semua ini juga karena dorongan orang tua dan teman-teman di Aceh yang sangat suportif. Tanpa mereka, mungkin saya tidak akan sampai di sini, karena sebelumnya saya sempat ragu pada diri sendiri,” ungkapnya, Sabtu (24/1/2026).
Ketertarikannya pada isu sosial, politik, dan humaniora, serta kegemarannya mengikuti ajang debat, membuat Fira mantap memilih Program Studi Ilmu Hukum Universitas Airlangga. Reputasi Fakultas Hukum UNAIR yang konsisten masuk jajaran tiga besar terbaik di Indonesia juga menjadi alasan kuat pilihannya.
“Sejak SMP saya suka debat politik dan sosial-humaniora, jadi saya ingin masuk hukum. FH UNAIR masuk top 3 FH di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, itu yang membuat saya semakin yakin,” tuturnya.
Kini, keraguan yang sempat ia rasakan perlahan sirna. Kehadirannya di AEE 2026 serta apresiasi langsung dari rektor menjadi bukti bahwa kerja keras dan tekadnya selama ini layak dibanggakan.
“Secara keseluruhan, saya bangga pada diri saya sendiri dan sangat berterima kasih kepada orang-orang di sekitar saya,” pungkas Fira.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 9 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 14 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 16 jam lalu
Kuliah Umum Food Tech UDB Surakarta: Sinergi Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk Kedaulatan Pangan
Ilmu 22 jam lalu
Satuan Pendidikan Aman Bencana Langkah Strategis Mengubah Peran Sekolah Penanggulangan Bencana
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Solusi Bersih Pintar Hingga 15.000Pa
Tekno 8 jam lalu
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 9 jam lalu
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 9 jam lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 10 jam lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 11 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 12 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 12 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 13 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 13 jam lalu