RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Pelatihan Kepemimpinan Guru Perempuan Perkuat Peran Perempuan dalam Dunia Pendidikan Kota Malang

NYALANUSANTARA, MALANGParamadina University bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) serta Dinas Kebudayaan Kota Malang menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan bagi Guru Perempuan se-Kota Malang. Kegiatan ini berlangsung pada 2–5 Februari 2026 dan menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan guru perempuan di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, SE, MM, bertempat di Ijen Suite Hotel, Kota Malang. Sebanyak 30 guru perempuan tingkat SMP dari berbagai sekolah negeri dan swasta di Kota Malang turut ambil bagian dalam pelatihan ini.

Dalam sambutannya, Suwarjana menegaskan bahwa pelatihan kepemimpinan bagi guru perempuan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Menurutnya, ketika guru perempuan memiliki kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan kepemimpinan yang kuat, dampaknya akan langsung terasa pada iklim sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga lahirnya generasi yang lebih berdaya. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PIER Universitas Paramadina dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) atas inisiatif dan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas guru perempuan di Kota Malang.

Sementara itu, Djayadi Hanan, Ph.D., Direktur Eksekutif PIER Universitas Paramadina, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilandasi oleh tiga pertimbangan utama. Pertama, guru perempuan perlu dibekali keterampilan dan kesempatan yang setara dengan guru laki-laki untuk menjadi pemimpin pendidikan di masa depan. Kedua, proses belajar-mengajar pada dasarnya membutuhkan kepemimpinan, tidak hanya kompetensi pedagogik. Ketiga, para guru saat ini berhadapan langsung dengan peserta didik yang kelak akan menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Pelatihan ini menghadirkan para pengajar dari PIER Universitas Paramadina, antara lain Tatok Djoko Sudiarto, MIB, Dekan Fakultas Filsafat dan Peradaban; Djayadi Hanan, Ph.D.; Mohammad Abduh Zen, M.Hum., Penasihat PIER; Hilal Tri Anwar, Sekretaris PIER; serta Umar Abdullah, Ph.D., dari Divisi Pendidikan PIER.

Selain itu, pelatihan juga diisi oleh narasumber eksternal, yakni Danang Binuko, SE, M.AP., dari Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, serta Titi Anggraini, SH, MH, dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir guru-guru perempuan yang tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang kuat untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kota Malang.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini