Satuan Pendidikan Aman Bencana Langkah Strategis Mengubah Peran Sekolah Penanggulangan Bencana
Surya S I Kom - 15 April 2026 - VestibulaNYALANUSANTARA, Semarang - Universitas PGRI Semarang atau UPGRIS mendorong penguatan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) melalui inisiasi mahasiswa praktik pengalaman lapangan (PPL) di SMA Lab UPGRIS. Rektor UPGRIS Sri Suciati mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa PPL yang melihat tingginya potensi bencana di lingkungan sekitar sekolah.
“Ini adalah inisiasi dari mahasiswa PPL di SMA Lab UPGRIS. Mereka melihat bahwa lingkungan sekitar rawan bencana, sehingga muncul gagasan untuk membangun satuan pendidikan aman bencana,” ujar Suci di SMA Lab UPGRIS, Selasa (14/4).
Menurutnya, UPGRIS telah menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Atas kerja sama tersebut, simulasi memitigasi hingga menghadapi bencana digelar dengan instruktur dari BPBD Jawa Tengah.
“BPBD memberikan dukungan penuh agar sekolah ini bisa menyelenggarakan satuan pendidikan aman bencana,” katanya.
Suci menegaskan tujuan utama program ini adalah memastikan warga sekolah memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari kebakaran, banjir, longsor, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi.
“Target kami, SMA Lab UPGRIS menjadi sekolah yang aman terhadap bencana karena siswa dan guru sudah memiliki pemahaman dan keterampilan menghadapi situasi,” tuturnya.
Dia menilai simulasi kebencanaan yang dilakukan di sekolah sangat penting untuk melatih respons cepat sekaligus meminimalkan kepanikan saat bencana terjadi. “Kalau simulasi dilakukan secara rutin, warga sekolah tidak akan panik. Kepanikan itu berbahaya karena orang tidak bisa lagi menggunakan akal sehat saat menghadapi bencana,” ujarnya.
Suciati menambahkan sekolah perlu mengagendakan simulasi secara berkala, minimal setiap tahun, terutama untuk membekali siswa baru. “Setiap tahun ada siswa baru, sehingga simulasi harus dilakukan secara rutin agar seluruh warga sekolah memahami langkah yang harus diambil saat terjadi bencana,” tuturnya.
Mengacu pada BPBD soal logistik dalam menghadapi kondisi darurat, individu mampu bertahan selama tiga hari saat bencana, rumah tangga hingga 10 hari, dan lingkungan sekolah hingga 20 hari.
Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan menyebut program SPAB merupakan langkah strategis untuk mengubah peran sekolah dalam penanggulangan bencana.
“Program ini bagian dari SPAB. Kami bekerja sama dengan SMA Lab UPGRIS untuk membangun satuan pendidikan aman bencana,” kata Bergas.
Dia berharap SMA Lab UPGRIS dapat menjadi pionir dalam penerapan SPAB, sekaligus menyebarluaskan praktik baik tersebut ke sekolah lain.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Holy
Komentar
Baca Juga
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 5 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 10 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 12 jam lalu
Kuliah Umum Food Tech UDB Surakarta: Sinergi Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk Kedaulatan Pangan
Ilmu 18 jam lalu
Satuan Pendidikan Aman Bencana Langkah Strategis Mengubah Peran Sekolah Penanggulangan Bencana
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Ekspor Durian Beku Indonesia ke China Melesat, Capai Ribuan Ton
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Xiaomi Hadirkan Robot Vacuum H50 Series di Indonesia, Solusi Bersih Pintar Hingga 15.000Pa
Tekno 4 jam lalu
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 5 jam lalu
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 5 jam lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 5 jam lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 7 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 8 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 8 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 9 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 9 jam lalu