Iduladha Sebentar Lagi, Dosen UNAIR: Momen untuk Solidaritas Sesama
Fatih Tarusbawa - 15 Juni 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya- Iduladha merupakan momentum yang selalu dinanti oleh seluruh umat muslim di dunia. Momen tersebut melekat dengan keakraban dan kebersamaan. Dosen Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Dr Mochtar Lutfi SS MHum menyebut momen itu sebagai pengingat dan penumbuh solidaritas. Pasalnya, meskipun teknologi dan ilmu pengetahuan telah maju, tetapi tidak lantas menjadikan manusia lebih damai.
“Makanya, momen Iduladha ini dapat menjadikan manusia lebih baik. Karena intisari kurban adalah mendekatkan diri kepada tuhannya,” ungkapnya.
Iduladha, kata Dr Lutfi, mengandung dua esensi atau pemaknaan. Pertama, memberikan pengorbanan terbaik. Sesuai dengan cerita Nabi Ibrahim AS yang diminta Allah SWT untuk mengorbankan anak tunggalnya. Kedua, sebagai bentuk upaya mendekatkan diri dengan Tuhan. Dengan harapan perilaku semakin lebih baik.
“Sepakat dengan penjelasan Pak Quraish Shihab yang memberikan gambaran pada zaman Nabi Ibrahim, bahwa masyarakat saat itu memberikan kurban terbaik yang dimiliki untuk Tuhan,” ujarnya.
“Sebagai upaya untuk mendekatkan diri dengan Allah, maka penilaiannya bukan berapa harga kurban. Akan tetapi, mengorbankan sikap buruk untuk menjadi lebih baik,” tambahnya.
Iduladha di Indonesia juga menjadi menarik, lanjut Dr Lutfi, karena bertepatan juga dengan dilaksanakan ibadah haji. Maka, masyarakat menyambut Hari Raya Iduladha dengan lebih semangat. Bahkan, takbiran Iduladha lebih meriah daripada Idul Fitri.
“Kalau Idulfitri kan konteks individual lebih menonjol. Jika Iduladha kan ada berbagi daging kurban, menyembelih bersama, dan nggak mungkin satu kurban itu untuk satu orang sendiri,” tuturnya.
Lutfi mengatakan, memang terdapat perbedaan pendapat terkait kurban yang seharusnya seperti apa. Di lingkungannya Sidoarjo, kurban lebih fleksibel. Masyarakat non-muslim juga mendapat jatah daging kurban, sehingga Iduladha juga dapat menjadi momen toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“Mungkin situasi sekarang tidak seperti yang diharapkan. Jadi, harus diingat semua yang terjadi di dunia selalu ada campur tangan Tuhan. Maka, ini menjadi motivasi kita untuk mengorbankan yang terbaik dan berguna bagi banyak orang,” tutupnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 7 jam lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 19 jam lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 20 jam lalu
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Bank Sampah Jadi Garda Depan Pengendalian Sampah
Ilmu 2 hari lalu
Undip Serahkan Alat Plasma Ozon dan Pengering Surya kepada Pemkab Temanggung
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Akankah Nam Ji Hyun Menerima Lamaran Moon Sang Min di Drama To My Beloved Thief?
Lifestyle 1 jam lalu
Tinjau Desa Penakir Pemalang, Wagub Jateng Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Bersiap untuk Pengejaran Mendebarkan di Episode Terbaru Undercover Miss Hong!
Lifestyle 2 jam lalu
Polres Purbalingga Bagikan Air Bersih dan Dirikan Dapur Umum untuk Korban Banjir Bandang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Di Medsos Ramai Purbaya Tertipu Bank Himbara Rp200 Triliun, Kemenkeu: HOAKS
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Perkuat Wisata Kampung Batik Rejomulyo, Wali kota Agustina Hadirkan Workshop Kampung Batik
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Presiden Prabowo Bahas Masa Depan Sepak Bola Indonesia Bersama Zinedine Zidane di Davos
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Gus Yasin: Ponpes Miliki Peran Strategis Jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi
Ragam Nusantara 5 jam lalu
KKP Jamin Hak Keluarga Tiga ASN yang Gugur dalam Kecelakaan ATR 42-500
Ekbis 5 jam lalu
Resmikan Pasar Ikan Rejomulyo, Wali Kota Agustina Hidupkan Optimisme Pedagang Ikan
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kaliwedi Sragen Dari Desa Tertinggal Kini Jadi Desa Mandiri
Ragam Nusantara 6 jam lalu