Antropolog UNAIR Soroti Fenomena Cek Khodam Online
Fatih Tarusbawa - 04 Juli 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Surabaya- Belakangan ini muncul fenomena cek khodam online yang menarik minat masyarakat Indonesia. Cek khodam dilakukan dengan menanyakan nama penonton siaran langsung kemudian ‘ditebak’ khodam yang bersemayam.
Menurut Dosen Antropologi Universitas Airlangga (UNAIR) Biandro Wisnuyana SAnt MA, kemunculan fenomena itu hanya ekspresi media hiburan masyarakat. “Ini cuma digunakan sebagai have fun aja,” ungkap Biandro, dalam keterangan resmi UNAIR Rabu (26/6/2024).
Cek khodam online juga menjadi viral karena masyarakat Indonesia sangat suka dengan hal mistis dan cocoklogi (percocokan logika). Masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam, dituntut percaya terhadap hal ghaib. Serta cocoklogi yang dianggap menarik karena secara logika masuk, namun data empiris maupun historis tidak memiliki bukti yang kuat.
Biandro mengatakan bahwa sejak zaman klasik masyarakat Indonesia atau Nusantara telah mempercayai hal-hal gaib, seperti khodam. Dulunya, masyarakat percaya bahwa khodam adalah entitas tidak terlihat yang memiliki hubungan timbal balik melalui perjanjian dengan manusia. Mereka juga percaya bahwa ada dua cara untuk mendapatkan khodam, yakni melalui ‘ilmu’ magis dan keturunan.
Seni pewayangan Gatotkaca juga menjadi bukti adanya kepercayaan terhadap khodam di masyarakat lampau. Cerita peperangan antara Gatotkaca dengan Brajadenta dan Brajamusti dalam penggulingan tahta Kerajaan Pringgadani. Jiwa keduanya kemudian ‘masuk’ ke tangan kanan dan kiri Gatotkaca.
Biandro juga berkata bahwa khodam dapat berupa manusia maupun hewan. Misalnya, cerita klasik Prabu Siliwangi yang masyarakat percaya memiliki khodam berupa harimau putih. Masyarakat percaya jika khodam yang bersemayam memiliki karakteristik tertentu yang tercermin ke manusia itu.
“Ketika seseorang berhadapan atau berkomunikasi dengan orang si pemilik khodam itu mereka akan segan kemudian mereka akan tunduk,” tambahnya.
Namun, saat ini khodam telah mengalami perubahan makna. Dulu Khodam masyarakat anggap sebagai magis, kini hanya sebagai media hiburan melalui cek khodam online.
Dampak Positif dan Negatif
Perubahan makna khodam di masyarakat saat ini, membuat rasa takut atau kekhawatiran terhadap hal ghaib hilang dan malah menjadi media hiburan. Adapun dampak negatif yang dapat muncul bagi anak-anak hingga remaja adalah over self confidence atau terlalu percaya diri dengan khodam yang mereka miliki.
Ketika khodam mereka ‘bagus’ atau ‘keren’, orang-orang malah merasa bisa melakukan segala hal seenaknya sendiri. Hal itu juga dapat memunculkan perspektif mengganggu bagi masyarakat yang benar-benar percaya terkait khodam.
“Silakan untuk ber-euforia dengan adanya fenomena ini, namun jangan sampai menjadikan hal ini sebagai satu acuan untuk mereka percaya dalam melakukan sesuatu hal. Karena sekali lagi ini adalah sifatnya hiburan dan keabsahan terkait dengan data empirik maupun historis itu masih perlu dipertanyakan,” pungkasnya.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
540 Mahasiswa UNNES Terima Beasiswa Rumah Amal
Ilmu 1 hari lalu
Empat Fakultas UNAIR Tawarkan Keunggulan Prospek Keilmuan, dari Kesehatan hingga Sosial
Ilmu 1 hari lalu
Rektor UNAIR Resmi Buka Airlangga Education Expo, Bekali Siswa Strategi Masuk Kampus Impian
Ilmu 1 hari lalu
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Dorong Bank Sampah Jadi Garda Depan Pengendalian Sampah
Ilmu 2 hari lalu
Undip Serahkan Alat Plasma Ozon dan Pengering Surya kepada Pemkab Temanggung
Ilmu 3 hari lalu
Terkini
Kaltim Siap Jadi Penggerak Ekonomi Nasional Seiring Perkembangan IKN
Ekbis 47 menit lalu
Perempuan Buruh Serabutan Ditemukan Tewas di Rumahnya di Ponorogo
Ragam Nusantara 1 jam lalu
10 Rescuer SAR Cilacap Dikirim ke Bandung Barat untuk Bantu Penanganan Longsor
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Sengketa Batas Tanah Berujung Carok Maut di Jember, Satu Warga Tewas
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Cegah Kecelakaan Berulang, Satpol PP Kota Semarang Perbaiki Jalan Berlubang di Sompok
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Masuk Semarang Tanpa Dokumen Kesehatan, 120 Ton Bawang Bombay Ilegal Dimusnahkan Polisi
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Antisipasi Resiko Banjir: Warga Kerja Bhakti Bersih-bersih Kali Banger, Pemkot Semarang Turunkan Alat Berat
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Kemenkum Jateng Ikuti Sosialisasi KUHP Baru terkait Implementasi dan Tantangan Keberlakuan
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Kemenkum Jateng Komitmen Tingkatkan Kinerja di Triwulan Pertama 2026
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Ditjen Imigrasi Canangkan Strategi Optimalisasi Layanan dan Infrastruktur Guna Wujudkan Ekosistem Digital
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Selama 2025, KAI Daop 4 Layani Hampir 6 Juta Penumpang
Ragam Nusantara 8 jam lalu