RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Pakar Sosiologi Pendidikan UNAIR Tanggapi Acara Clash of Champions

Namun, acara ini dinilai lebih bermanfaat bagi mahasiswa dengan kemampuan kognitif di bidang Matematika atau ilmu eksakta lainnya. Sebaliknya, mahasiswa dengan minat dan bidang studi sosial humaniora belum mendapatkan manfaat secara langsung dari acara tersebut.

“Masyarakat yang memiliki minat dalam bidang kognitif akan termotivasi, namun bagi mahasiswa yang memiliki talenta berbeda seperti di bidang seni, sastra, dan ilmu-ilmu sosial humaniora mungkin belum bisa merasakan manfaat secara langsung,” tambah Dr. Tuti.

Keragaman Mahasiswa

Dr. Tuti juga mengapresiasi ide game show CoC yang melibatkan peserta dengan latar belakang yang beragam. Namun, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap keberagaman mahasiswa yang terlibat dalam acara tersebut. 

“Acara ini baik dan mengapresiasi para mahasiswa bertalenta. Namun, para pembuat acara sebaiknya lebih memperhatikan keberagaman mahasiswa agar tidak membuat para peserta menjadi kelompok elite yang merasa lebih baik dan pintar dari mahasiswa lainnya,” pesan Dr. Tuti.

Ia menambahkan bahwa tugas mahasiswa selain mengembangkan ilmu pengetahuan juga harus mampu bersikap kritis terhadap berbagai persoalan yang membelit masyarakat.

Dengan demikian, Clash of Champions diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga memperhatikan keberagaman dan inklusivitas dalam dunia pendidikan.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini