RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Menilik Proses Pembelajaran WNBK di Politeknik Negeri Jakarta

Innas menuturkan bahwa mahasiswa/i pada prodi manajemen pemasaran (MP-WNBK) cukup beragam. Mereka ada yang menyandang tuna rungu, autis, slow learner, gangguan kepribadian ambang (borderline), down syndrom, dan low vision. Akan tetapi, menurut Innas, para mahasiswa tersebut  mereka memiliki keterampilan yang luar biasa.

Dalam pelaksanaan pembelajaran, dosen berupaya untuk menyederhanakan materi pembelajaran sehingga mudah untuk diterima. Selain itu, pembelajaran juga lebih didominasi dengan praktik langsung bersama para mahasiswa dengan bimbingan dari dosen. "Dengan metode khusus, mereka mampu menyerap materi pembelajaran dengan sangat baik," terang Innas.

Pada prodi MP-WNBK, peserta didik diajak untuk mempelajari beberapa keahlian seperti mendesain, menyablon, kuliner dan kewirausahaan. Hal ini diperkuat melalui program Project Based Learning (PBL), mulai dari bekerja sama dengan dunia usaha dunia kerja (DUDI) hingga rangkaian mata kuliah kewirausahaan yang mereka mereka jalankan sebagai sebuah project.

Masih menurut Innas, saat ini sudah banyak alumni program studi MP-WNBK yang sudah berhasil bekerja di berbagai instansi, baik pemerintah maupun swasta. Selain bekerja, beberapa alumni juga berhasil membangun usaha berbekal keterampilan yang mereka pelajari selama masa studi di PNJ.

"Kami di program studi MP-WNBK selalu berkomitmen untuk menyiapkan ruang bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya, melalui kecerdasan dan bakat istimewa mereka sehingga  mereka mampu berkontribusi bagi industri dan meningkatkan ekonomi bangsa melalui wirausaha" tutup Innas. 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini