Pakar Geologi UGM Ini Tanggapi Pemanfaatan Energi Geothermal Masih 11%
Fatih Tarusbawa - 07 Oktober 2024 - VestibulaNYALANUSANTARA, Yogyakarta- Sebagai upaya menangani dampak perubahan iklim, pemerintah telah mencanangkan agenda transisi energi. Fokus program pemerintah dalam hal itu adalah menurunkan penggunaan energi fosil dan mendorong transisi ke energi yang lebih rendah karbon, salah satunya adalah energi geotermal.
Sayangnya, pemanfaatan energi tersebut masih di angka 11% dari total potensi yang ada.
Menurut Pakar Energi Geothermal dari Teknik Geologi UGM, Ir. Pri Utami, MSc, PhD, IPM, masih minimnya pemanfaatan energi geothermal ini disebabkan pemerintah memerlukan data yang lebih akurat tentang potensi-potensi energi panas bumi di Indonesia. Pasalnya, keberadaan potensi panas bumi sangat minim terlihat di permukaan, karenanya dibutuhkan inovasi teknologi eksplorasi.
Pri, demikian ia akrab disapa, memberikan sejumlah rekomendasi bagi pemerintah agar proyek berjalan aman dan tepat sasaran. “Ada hal 2 mendasar yang harus dilakukan yaitu peningkatan kualitas data eksplorasi dan peningkatan pemahaman masyarakat,” tutur Pri, belum lama ini.
Ia menyebutkan Indonesia sendiri memiliki potensi energi geothermal 40% dari potensi dunia, yakni sebanyak 23.965,5 Mega Watt (MW). Potensi geothermal tersebut tersebar merata di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, sehingga dapat dikatakan energi panas bumi berpeluang mencukupi kebutuhan energi nasional sekaligus menurunkan produksi emisi karbon.
Lebih jauh dijelasan oleh Pri, terdapat tiga jenis sistem panas bumi berdasarkan kandungan energinya. Pertama, sistem panas bumi berentalpi tinggi, menengah, dan rendah. “Panas bumi berentalpi tinggi akan menyebarkan suhu panas ke lingkungan sekitarnya. Kita dapat mengekstrak panas yang dibawa oleh air dan uap sebagai pembangkit listrik,” jelasnya.
Dibanding dengan energi lainnya, energi geotermal memiliki kadar karbon dioksida, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan partikel padat yang jauh lebih rendah.
Selain itu, energi panas bumi juga memiliki kelebihan dari segi keberlanjutannya. Panas bumi yang tersebar di permukaan akan dibawa oleh air hujan dan mengikuti siklus hidrologi. Secara alamiah, energi panas akan kembali ke dalam bumi. Tidak hanya itu, penginjeksian fluida yang telah diekstraksi tenaganya akan kembali ke reservoir panas bumi untuk menjamin keseimbangan panas dan massa dalam sistem panas bumi.
“Serangkaian kelebihan ini menjadikan energi panas bumi sebagai energi terbarukan yang stabil,” katanya.
Namun yang tidak kalah penting dalam pemanfaatan energi panas bumi ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat akan potensi panas bumi. Sebab, setiap proses pengembangannya, diperlukan penyiapan masyarakat untuk dapat terlibat dalam aktivitas perekonomian berbasis panas bumi. Misalnya melalui sinergi antara sektor panas bumi dengan pertanian dan pariwisata
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 28 menit lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 5 jam lalu
UNDIP Perkuat Kedaulatan Teknologi Plasma Nasional melalui “Indonesian Plasma Research Consortium”
Ilmu 7 jam lalu
Kuliah Umum Food Tech UDB Surakarta: Sinergi Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk Kedaulatan Pangan
Ilmu 13 jam lalu
Satuan Pendidikan Aman Bencana Langkah Strategis Mengubah Peran Sekolah Penanggulangan Bencana
Ilmu 2 hari lalu
Terkini
Mahasiswa UNAIR Tembus ASEAN, Gagas Eduventure untuk Pendidikan Daerah 3T
Ilmu 28 menit lalu
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 38 menit lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 1 jam lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 2 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 3 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 3 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 4 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 5 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 5 jam lalu