RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Guru Besar UNAIR Ciptakan Inovasi Vaksin Berbentuk Tablet untuk Efisiensi dan Stabilitas

Senyawa amfifilik memiliki dua sifat molekul, yaitu hidrofilik (menyukai air) dan hidrofobik (tidak menyukai air). Karakteristik ini memungkinkan senyawa tersebut berinteraksi dengan senyawa aktif sekaligus air dan lipid.  

“Hal ini relevan untuk formulasi obat dan vaksin, karena dapat meningkatkan kelarutan, bioavailabilitas, stabilitas, serta efektivitas produk farmasi,” ungkap Prof. Helmy.  

Pada obat, senyawa amfifilik mampu memfasilitasi pelarutan, melindungi obat dari degradasi lingkungan, dan menghantarkan obat ke target yang diinginkan. Sedangkan pada vaksin, senyawa ini terbukti dapat menstabilkan antigen, berfungsi sebagai adjuvan dan pembawa, serta meningkatkan respons imun. 

“Senyawa amfifilik terbukti meningkatkan kemampuan penetrasi dan imunogenitas vaksin,” tambahnya.  

Untuk mengatasi permasalahan masa simpan vaksin cair yang relatif pendek, Prof. Helmy mencetuskan inovasi vaksin berbentuk kering dalam sediaan padat melalui proses liofilisasi (beku-kering).  

“Dengan vaksin kering, fasilitas rantai dingin tidak lagi diperlukan untuk menjaga stabilitas antigen. Ini akan memperpanjang masa simpan vaksin sekaligus memangkas biaya operasional imunisasi secara keseluruhan,” jelasnya.  

Prof. Helmy juga menawarkan bentuk vaksin tablet sublingual yang lebih praktis. Tablet ini cukup diletakkan di bawah lidah dan larut dengan sendirinya tanpa memerlukan jarum suntik. Inovasi ini menjadi solusi bagi individu dengan fobia jarum dan diyakini akan mengubah mekanisme pemberian vaksin secara signifikan di masa depan.  


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini