RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Ulasan Ferrari 849 Testarossa: Ketika Nostalgia Bertemu Teknologi Formula 1

NYALANUSANTARA, BLORA- Ferrari 849 Testarossa adalah pernyataan ambisi Maranello dalam mendefinisikan ulang makna supercar modern. Meski membawa nama besar Testarossa, mobil ini bukan sekadar penghormatan visual, melainkan sebuah lompatan teknologi yang menempatkannya di kelas hypercar.

Basisnya berasal dari SF90, namun hampir setiap aspek telah ditingkatkan. Ferrari memperkenalkan sistem kontrol baru bernama Ferrari Integrated Vehicle Estimator (FIVE), yang menciptakan “kembaran digital” kendaraan secara real-time. Sistem ini memprediksi pergerakan mobil dan mengatur traksi, pengereman, AWD, serta stabilitas secara presisi.

Hasilnya terasa jelas saat dikendarai. Di jalan berliku Spanyol, 849 Testarossa terasa brutal namun terkendali. Akselerasi datang seketika, seolah tidak ada jeda antara input pedal dan respons mobil. Motor listrik bekerja diam-diam mengisi setiap celah tenaga, menciptakan dorongan tanpa henti layaknya EV performa tinggi.

Meski bertenaga ekstrem, mobil ini terasa lebih jinak dibanding SF90. Distribusi bobot yang terpusat di antara sumbu roda membuatnya stabil di tikungan, bahkan di permukaan jalan yang kurang ideal. Sistem AWD tidak lagi terasa “menarik” setir seperti generasi sebelumnya, melainkan bekerja halus di latar belakang.

Namun, tidak semua sempurna. Karakter suara V8 hybrid terasa kurang emosional dibandingkan mesin V6 di 296 GTB. Suaranya efektif dan agresif, tetapi kehilangan nuansa “opera mekanis” khas Ferrari lama.

Dalam versi Assetto Fiorano, semua batas kesopanan dilepas. Dengan bobot lebih ringan, ban Michelin Cup 2, peredam balap, dan downforce tambahan, 849 berubah menjadi senjata lintasan yang brutal namun tetap bersahabat bagi pengemudi non-profesional.

Ferrari 849 Testarossa mungkin bukan Ferrari paling “romantis”, tetapi ia adalah Ferrari paling canggih dan paling cepat dalam sejarah produksi reguler mereka.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini