Cinta WIC Semarang untuk Penyitas Kusta Liposos Donoroje
Intan Fitria - 23 September 2025 - KesehatanNYALANUSANTARA, Semarang- Penyakit kusta atau disebut juga lepra adalah salah satu penyakit yang sangat ditakuti masyarakat. Hal itu disebabkan masih adanya stigma dari masyarakat bahwa kusta adalah penyakit menular yang "menjijikan" sekaligus "menakutkan".
Menjijikkan karena penyakit kulit ini ditandai dengan borok atau luka yang berbau dan kadang berdarah. Sedang menakutkan lebih disebabkan dari dampak lanjutan penyakit kusta yang bisa berupa hilangnya anggota tubuh seperti jari-jari tangan atau pun amputasi sebagian kaki. Satu lagi yang menjadi momok, stigma penyakit kusta menular menyebabkan mereka dihindari dan bahkan disingkirkan dari kehidupan masyarakat.
Padahal kusta bukanlan penyakit yang mematikan. Hal itu disampaikan oleh Presiden WIC Semarang, Mimet EP Sidharta saat melakukan kunjungan bakti sosial ke Lingkungan Pondok Sosial ( Liposos) Donorejo bersama sejumlah pengurus WIC Semarang, Agustus 2025.
"Sepengetahuan saya penyakit kusta bisa disembuhkan asal segera terdeteksi kumudian rutin minum obat ditunjang pola hidup sehat dan kebersihan terjaga," ucap Mimet.
Kondisi yang sangat memprihatinkan inilah yang menarik simpati dari Woman Internasional Club ( WIC) untuk memberikan perhatian khusus kepada penderita dan penyitas kusta yang dilokalisir di Lingkungan Pondok Sosial ( Liposos) Donorejo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Sudah lebih 40 tahun silam, WIC secara kontinu memberikan hati dan cintanya dengan mengunjungi serta berbagi.
Bantuan yang diberikan bukan hanya berupa uang, bahan makanan, obat-obatan dan aneka kebutuhan hidup, tapi lebih dari itu "cinta" yang besar yang mengharapkan mereka bisa mandiri, hidup layak dan juga bisa diterima di tengah masyarakat.
Salah satu bentuk cinta yang diberikan WIC Semarang kepada penderita dan pentitas kusta dilakukan belum lama ini. Kunjungan dan penyerahan bantuan dipimpin Presiden WIC Semarang Mimet EP Sidharta.
Satu hal yang menarik, dalam kegiatan anjangsana tersebut, anggota WIC Semarang berinteraksi dengan akrab dengan penghuni Liposos Donorejo. Meski dalam ruangan yang dipisahkan tembok pembatas namun interaksi berlangsung hangat. Sebagai bukti bahwa penyakit kusta yang sudah sembuh tidak menular asal diikuti dengan pemenuhan gizi dan kondisi tubuh yang fit, antar anggota WIC dan penyitas kusta bersalaman dan bergaul akrab.
"Penyakit kusta bisa sembuh dan bisa diobati," kata Amasia, pemerhati penghuni Liposos Donorejo asal Korea.
Pekerja sosial yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan itu sengaja datang ke Liposos Donorejo untuk melayani penderita kusta.
Kondisi Memprihatinkan
Kondisi Liposos Donorejo sendiri saat ini relatif baik. Dibagi dalam 8 blok rumah tinggal, sebanyak 19 KK menempati pondok yang tersedia. Lingkungan relatif bersih dilengkapi dengan sumur air bersih sumbangan WIC Semarang. Sebelumnya banyak sumbangan yang sudah diberikan WIC Semarang antara lain kambing ternak, bibit buah mangga dan pelatihan berbagai ketrampilan serta bantuan biaya listrik. "Sampai sekarang kehidupan mereka masih butuh bantuan," jelas Mimet.
Sebuah fakta yang perlu dipahami, efek penyakit kusta yang banyak dialami penyintas adalah lemahnya syaraf tubuh sehingga mereka mudah merasa lelah sehingga tidak memungkinkan melakukan pekerjaan yang menbutuhkan fisik berat. Selain itu stigma penyakit kusta menular menjadikan hasil produksi yang berasal dari tempat mereka tinggal tidak diminati masyarakat.
Bahkan hasil bumi yang berasal dari lokasi ini juga tidak diminati pembeli. Bisa jadi karena itu buah mangga dan tanaman lain yang sedianya tumbuh subur tidak dipasarkan sendiri tapi dijual ke tengkulak dengan sistem ijon dengan harga relatif murah.
Beberapa fakta menyedihkan tersebuh di atas menjadi alasan WIC Semarang tak henti memberikan simpati kepada warga Liposos Donorejo. Banyak upaya tak henti dilakukan demi cintanya kepada mereka. Satu hal yang direncanakan adalah berupaya membangun jejaring dengan berbagai pihak agar bisa bantuan usaha yang hasilnya untuk membantu warga Liposos Donorejo bisa hidup layak.
Untuk itu dibutuhkan keterlibatan dari banyak pihak demi bergandeng tangan mengentaskan warga Liposos Donorejo dari kemiskinan akut, atau setidaknya mengurangi penderitaan mereka.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 11 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 12 jam lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 6 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 7 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 9 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 10 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 10 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 11 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 11 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 12 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 12 jam lalu