Tim Medis China Sukses Lakukan Transplantasi Jantung Buatan pada Pasien Paling Muda dan Ringan di Dunia
Karso Aji - 26 September 2025 - Manca NegaraNYALAUSANTARA, JAKARTA- Sejumlah dokter di Provinsi Jiangsu, China timur, berhasil mencangkokkan jantung buatan yang dilevitasi secara magnetis ke seorang anak berusia lima tahun yang mengalami gagal jantung stadium akhir. Hal ini sekaligus menjadi rekor global baru untuk pasien termuda sekaligus bobot badan teringan yang menerima alat bantu biventrikel jenis ini.
Operasi selama sembilan jam tersebut dilakukan di Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, pada 20 Agustus, dan dilakukan bersama oleh tim yang dipimpin oleh presiden kehormatan rumah sakit Mo Xuming, dan Liu Xiaocheng, presiden Rumah Sakit Kardiovaskular Internasional TEDA di Kota Tianjin, China utara.
Pasien muda itu, dengan bobot hanya 13 kg, didiagnosis menderita kardiomiopati restriktif, penyakit langka dan parah, tiga tahun lalu. Kondisinya memburuk drastis pada Juli lalu, mengakibatkan gejala-gejala yang mengancam jiwa.
Mengingat langkanya jantung donor untuk anak kecil, tim medis memilih implan jantung buatan biventrikel sebagai jembatan menuju transplantasi.
Anak itu mampu makan secara normal dan berjalan jarak pendek hanya dalam waktu satu pekan setelah menjalani operasi.
Sejumlah tenaga medis berkomunikasi dengan seorang pasien cilik di Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur, pada 23 September 2025. (Xinhua/Rumah Sakit Anak Universitas Kedokteran Nanjing)
Perangkat pediatrik yang dikembangkan khusus ini hanya berbobot 70 gram per pompa dan memiliki hemolisis rendah serta biokompatibilitas tinggi, meningkatkan kesesuaiannya untuk anak kecil.
Secara global, dukungan sirkulasi mekanis untuk anak-anak dengan gagal jantung stadium akhir sering kali bergantung pada perangkat eksternal besar seperti Berlin Heart EXCOR, yang dapat membatasi mobilitas dan meningkatkan risiko infeksi.
Perangkat implan yang dikembangkan China, khususnya, menunjukkan peralihan signifikan dari ketergantungan eksternal ke kompatibilitas internal.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Lapas Perempuan Semarang Gelar Ikrar Bersama “Zero Halinar”
Ragam Nusantara 56 menit lalu
Dua Anak Meninggal dan Satu Lainnya Selamat, Usai Tenggelam di Pantai Kertojayan Purworejo
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kemenkum Jateng - BHP Semarang Dorong Optimalisasi Layanan Hukum di Kelurahan Sondakan
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Jisco Marine dan Tafcindo Jasatama Kembali Bagikan Sembako untuk Warga Semarang dan Tegal
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Waspada Kebakaran Hutan di Musim Kemarau, Polda Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Terkini
Lapas Perempuan Semarang Gelar Ikrar Bersama “Zero Halinar”
Ragam Nusantara 56 menit lalu
Raih BRI Assist of The Week, Pemain Muda Persijap Ini Makin Termotivasi
Sport 1 jam lalu
Dua Anak Meninggal dan Satu Lainnya Selamat, Usai Tenggelam di Pantai Kertojayan Purworejo
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kemenkum Jateng - BHP Semarang Dorong Optimalisasi Layanan Hukum di Kelurahan Sondakan
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Reva Adi Siap Bantu PSIM Raih Poin Lawan Bhayangkara FC
Sport 2 jam lalu
Jisco Marine dan Tafcindo Jasatama Kembali Bagikan Sembako untuk Warga Semarang dan Tegal
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Waspada Kebakaran Hutan di Musim Kemarau, Polda Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Industri Tiongkok Tumbuh Kuat, Didukung Lonjakan Teknologi dan AI
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Kuliah Umum Food Tech UDB Surakarta: Sinergi Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk Kedaulatan Pangan
Ilmu 4 jam lalu
Hadapi Laga Berat, PSIM Yogyakarta Waspadai Lini Depan Bhayangkara FC
Sport 4 jam lalu
Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemkab Tegal Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi
Ragam Nusantara 5 jam lalu