RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

semarangkota.go.id

Pemkot Semarang Realisasikan Pembangunan Sampah Energi Listrik melalui Sistem KPBU

Pasca-komunikasi dengan Presiden RI, Mbak Ita berharap agar Jokowi dapat mendorong Kemenkeu untuk segera merealisasikan proyek strategis nasional tersebut. PSEL dianggap sangat penting dalam mengatasi permasalahan sampah di ibu kota Jawa Tengah.

"Agar sampahnya tidak menumpuk, bisa menjadi listrik, akan disalurkan kepada masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, TPA Jatibarang telah melakukan pengolahan sampah dengan penimbunan gas metan untuk menghasilkan listrik. Namun, gas metan tersebut kini berkurang dan tidak dapat lagi menghasilkan listrik. 

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Semarang mengusung inovasi PSEL untuk mengolah sampah menjadi energi listrik dengan metode yang lebih efisien.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Bambang Suranggono, menyatakan bahwa persiapan program PSEL memerlukan waktu yang cukup lama karena banyak dokumen yang harus dipersiapkan. 

Program ini berbeda dengan inovasi sebelumnya, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), yang hanya mengurangi emisi gas dari tumpukan sampah.

Pemerintah Kota Semarang berencana menggunakan insenerator dalam program PSEL untuk mengurangi tumpukan sampah. Sampah akan dimasukkan ke dalam insenerator dan dibakar untuk menghasilkan panas, yang selanjutnya digunakan untuk menggerakan turbin.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini