RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Di COP30 Brasil, Pertamina Perkuat Kolaborasi Global dalam Mengatasi Perubahan Iklim

“Komitmen global ini menjadi fondasi. Tantangan utamanya adalah bagaimana menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Pertamina memiliki peran sentral dalam menerjemahkan komitmen nasional ke praktik operasional,” kata Wenny.

Menurut Wenny, Pertamina telah mengambil langkah konkret melalui 10 kebijakan keberlanjutan, salah satunya adalah pengurangan emisi metana. Pertamina berkomitmen untuk terus menjalankan kolaborasi dengan mitra global untuk mempercepat pengurangan emisi karbon dan transisi energi di Indonesia.

Dalam sesi diskusi ini, Demetrios Papathanasiou dari World Bank dan Masataka Yanita dari JOGMEC menyatakan dukungannya terhadap upaya dekarbonisasi yang dilakukan Indonesia dan Pertamina. Papathanasiou menegaskan bahwa Asia memegang peranan penting dalam penggunaan energi global, dan minyak serta gas akan tetap menjadi bagian dari bauran energi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pengurangan emisi karbon di sektor ini sangat penting.

Masataka Yanita, Director for LNG and Methane Management Division JOGMEC, mengungkapkan bahwa mereka telah melakukan studi bersama dengan Pertamina dan badan operasi bersama lainnya untuk melakukan pengukuran langsung di fasilitas hulu di Indonesia. Tahun ini, proyek pengukuran ini telah memasuki tahun kedua dengan hasil yang signifikan.

“Tahun lalu, kami melakukan pengukuran di area Matindok dan Donggi. Tahun ini, kami sedang melakukan pengukuran di tiga area tambahan. Kami juga berupaya menyelesaikan studi zero-flaring untuk lapangan tersebut serta mendukung upaya pencapaian OGMP Level 4/5 Pertamina,” tutup Yanita.

Dengan komitmen yang kuat dan kolaborasi global, PT Pertamina terus memperkuat perannya dalam pengurangan emisi karbon dan mendukung transisi energi yang berkelanjutan menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan.
 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini