Program Desalinasi, Mengubah Wajah Pesisir Jawa Tengah
Intan Fitria - 31 Desember 2025 - RegionalNYALANUSANTARA, Semarang- Di Desa Randusanga Kulon, Kabupaten Brebes, air laut bukan lagi sekadar latar kehidupan. Bertahun-tahun, air asin justru menjadi bagian dari masalah. Dari merembes ke sumur, merusak sumber air, dan memaksa warga membeli air bersih dari jarak jauh dengan harga mahal. Bagi warga pesisir, air bersih adalah kebutuhan yang tak selalu mudah dipenuhi.
Di desa pesisir yang bertahun-tahun dikepung air payau itu, warga kini bisa mengisi galon tanpa harus berjalan jauh atau membayar mahal. Airnya jernih, rasanya tawar, dan yang terpenting aman untuk diminum, bahkan untuk susu bayi. Kini keadaan mulai berubah.
Pada tahun pertama pemerintahannya di 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menunaikan janji kampanye mereka, menghadirkan solusi nyata bagi krisis air bersih masyarakat pesisir. Enam unit mesin desalinasi berdiri di berbagai wilayah Pantura, mengubah air payau menjadi air tawar yang siap diminum.
Program ini lahir dari kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BUMD, dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai pengembang teknologi. Dari enam unit desalinasi, tiga dibangun langsung oleh Pemprov Jateng melalui Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (DPU BMCK), masing-masing di Desa Randusanga Kulon (Brebes), Desa Banjarsari Kecamatan Sayung (Demak), dan Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti (Pati).
Satu unit lainnya dibangun BUMD Tirta Utama Jawa Tengah (TUTJ) di Rusunawa Slamaran, Kecamatan Krapyak Lor, Kota Pekalongan. Sementara dua unit tambahan berdiri di Kabupaten Demak dan Rembang melalui kolaborasi DPU BMCK dan Bank Jateng.
Bagi Kepala DPU BMCK Jawa Tengah, Hanung Triyono, desalinasi adalah jawaban sederhana atas persoalan kompleks pesisir. Program ini sangat membantu masyarakat pesisir utara Jawa Tengah. “Prinsipnya sederhana, tapi manfaatnya sangat besar,” ujarnya di Semarang, belum lama ini.
Dijelaskan, satu mesin desalinasi mampu memproduksi sekitar 4.000 liter air bersih per hari, setara 200 galon atau mencukupi kebutuhan sekitar 400 rumah per bulan. Artinya, satu unit mesin cukup melayani satu desa.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Viral Hidran Tertutup Cor, DPRD Kota Semarang Minta Damkar dan PDAM Perkuat Koordinasi
Ragam Nusantara 27 menit lalu
Longsor Dominasi Bencana 2025, DPRD Kota Semarang Desak Evaluasi Infrastruktur Rawan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Perbaiki Talud Ambrol di Tlogosari Raya
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Polres Semarang Sidak Kondisi 75 Kendaraan Dinas
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Jaga Khasanah Keislaman Nusantara, Wagub Jateng Dorong Digitalisasi Berbasis AI
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Terkini
Viral Hidran Tertutup Cor, DPRD Kota Semarang Minta Damkar dan PDAM Perkuat Koordinasi
Ragam Nusantara 27 menit lalu
BPH Migas Tekankan Kesiapan dan Pengawasan BBM Subsidi Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026
Ekbis 55 menit lalu
Longsor Dominasi Bencana 2025, DPRD Kota Semarang Desak Evaluasi Infrastruktur Rawan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Surplus Beras Nasional Melonjak 243 Persen, Bapanas Tegaskan Swasembada Kian Kuat
Ekbis 1 jam lalu
Lenovo Perluas Lini Laptop Konsumen di CES 2026, Hadirkan Yoga Pro Aura Edition hingga IdeaPad Terbaru
Tekno 2 jam lalu
DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Perbaiki Talud Ambrol di Tlogosari Raya
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Realme Pad 3 Resmi Meluncur di India, Usung Layar 2,8K 120Hz dan Baterai 12.200mAh
Tekno 3 jam lalu
Polres Semarang Sidak Kondisi 75 Kendaraan Dinas
Ragam Nusantara 3 jam lalu
PSIS Rekrut Dua Pemain Baru
Sport 4 jam lalu
Kevin Keegan Didiagnosis Kanker, Dunia Sepak Bola Beri Dukungan
Sport 5 jam lalu
Jaga Khasanah Keislaman Nusantara, Wagub Jateng Dorong Digitalisasi Berbasis AI
Ragam Nusantara 5 jam lalu