RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi

NYALANUSANTARA, BANDUNG- Pria memegang peran penting dalam upaya pencegahan kanker serviks, penyakit mematikan yang merenggut lebih dari 660.000 nyawa perempuan setiap tahun di seluruh dunia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Penyebab utamanya adalah Human Papillomavirus (HPV), virus yang bertanggung jawab atas sekitar 99 persen kasus kanker serviks.

HPV menyebar secara diam-diam melalui kontak intim dan sering kali dibawa oleh pria tanpa menimbulkan gejala apa pun, sebagaimana dilaporkan dalam jurnal Frontiers in Cellular and Infection Microbiology. Fakta ini membuat banyak pria tidak menyadari bahwa mereka dapat menularkan virus kepada pasangan, sekaligus membahayakan kesehatan perempuan terdekat dalam hidup mereka—pasangan, anak perempuan, hingga ibu.

HPV: Ancaman Senyap bagi Pria dan Wanita

WHO mencatat bahwa HPV memiliki lebih dari 200 jenis, dengan tipe berisiko tinggi HPV 16 dan 18 sebagai pemicu sekitar 70 persen kasus kanker serviks. Infeksi HPV yang menetap dapat berkembang menjadi kanker dalam rentang waktu 10 hingga 20 tahun.

Meski kerap diasosiasikan dengan perempuan, HPV juga berdampak serius pada pria. Virus ini dapat menyebabkan kanker penis, anus, dan tenggorokan, dengan jumlah kasus mencapai sekitar 70.000 pria per tahun secara global, menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

“Ini bukan sekadar isu kesehatan perempuan. Pria yang tidak divaksinasi ikut memperbesar risiko penularan di masyarakat. Sebaliknya, pria yang teredukasi dan mengambil tindakan pencegahan dapat membantu memutus rantai penyebaran,” ujar Dr. Rajesh Kumar Jain, Ahli Bedah Onkologi di BLK Max Super Speciality Hospital.

Efektivitas Vaksin HPV dalam Mencegah Kanker

Vaksin HPV terbukti sangat efektif dalam menekan risiko kanker. Vaksin ini menargetkan sembilan strain HPV yang bersifat onkogenik, sehingga mampu mengurangi risiko kanker serviks hingga 90 persen, sekaligus menurunkan kejadian lesi genital dan kanker terkait HPV pada pria.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan vaksin HPV diberikan sejak usia 9–12 tahun, namun vaksinasi masih dapat dilakukan hingga usia 45 tahun. Berbagai uji klinis dan data dari IARC menunjukkan bahwa pria yang divaksinasi mengalami penurunan signifikan risiko kanker orofaringeal serta berperan besar dalam menekan penularan virus kepada pasangan.

Tanggung Jawab Bersama

Pencegahan kanker serviks bukan hanya tanggung jawab perempuan. Dengan memahami risiko HPV dan menjalani vaksinasi, pria dapat menjadi garda terdepan dalam melindungi diri sendiri sekaligus orang-orang yang mereka cintai. Kesadaran dan tindakan nyata dari pria berpotensi menyelamatkan ratusan ribu nyawa setiap tahunnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini