Tahun 2026 akan Ada Audit Kepatuhan dari Inspektorat Terkait MBG
Zinur Iqro - 03 Februari 2026 - RegionalNYALANUSANTARA, Banjarnegara- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjarnegara tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi siswa di sekolah, tetapi juga dirancang untuk menjadi penggerak ekonomi lokal. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi pertanian dan peternakan di daerah untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
Hal tersebut diungkapkan dalam pembinaan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Yayasan Pengampu SPPG Program MBG di Aula Abdi Praja Setda Banjarnegara pada Senin, 2 Februari 2026.
Dalam acara ini, Kepala Satuan Tugas Harian MBG Banjarnegara, Izak Danial Alloys, menekankan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama. Mengingat insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di daerah lain, Satgas MBG mewajibkan seluruh SPPG untuk mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan ketat.
"Penegakan SOP bukan hanya soal teknis dapur, tetapi juga langkah preventif agar pengelola terhindar dari masalah hukum. Kesehatan pekerja juga harus dijaga, mereka harus bebas dari penyakit menular seperti Hepatitis," ujar Izak.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKP), Firman Sapta Adi, pada kesempatan yang sama memaparkan potensi luar biasa yang dapat diserap oleh program ini. Dengan 71 SPPG yang beroperasi di Banjarnegara, program ini diperkirakan dapat menyerap dana sebesar Rp. 1,4 Miliar per hari atau sekitar Rp. 34 Miliar per bulan untuk bahan baku lokal.
Firman menegaskan bahwa SPPG dilarang menolak produk lokal, mengingat Banjarnegara memiliki stok melimpah yang dapat menyuplai kebutuhan menu harian. Produksi beras dan gabah di Banjarnegara mencapai 176.000 ton per tahun, sementara produksi kentang mencapai 139.000 ton, menjadikannya sebagai sumber karbohidrat yang potensial. Selain itu, produksi telur di Banjarnegara mencapai 27 ton per hari, melebihi kebutuhan konsumsi reguler.
"Ikan juga melimpah di sini, selain Banjarnegara menjadi sentra perikanan. MBG bukan hanya soal gizi, tapi juga ekonomi. Kita adalah produsen salak terbesar, kita punya kentang dan ikan. Jangan sampai potensi ini tidak terserap oleh program di rumah sendiri," ujar Firman.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang di 2025 Tumbuh 11 Persen
Ragam Nusantara 15 menit lalu
Kunjungan Turis China ke Indonesia Naik 12 Persen di Tahun 2025
Ragam Nusantara 44 menit lalu
Puncak Musim Hujan, Kawasan Pantura Genuk Minim Banjir Berkat Kolaborasi Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Kemenkum Jateng Resmi Buka Pelatihan Paralegal Posbankum
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Hadiri Rakornas yang Dipimpin Presiden Prabowo
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Terkini
Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang di 2025 Tumbuh 11 Persen
Ragam Nusantara 15 menit lalu
Kunjungan Turis China ke Indonesia Naik 12 Persen di Tahun 2025
Ragam Nusantara 44 menit lalu
Puncak Musim Hujan, Kawasan Pantura Genuk Minim Banjir Berkat Kolaborasi Pemkot Semarang dan BBWS Pemali-Juana
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Persik Kediri Rekrut Dua Pemain Asing Baru Jelang Penutupan Bursa Transfer
Sport 1 jam lalu
Kemenkum Jateng Resmi Buka Pelatihan Paralegal Posbankum
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Pedro Matos Jadi Pemain Keempat yang Berpisah dengan Persik Kediri
Sport 2 jam lalu
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Hadiri Rakornas yang Dipimpin Presiden Prabowo
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Ajax Amsterdam Perkenalkan Maarten Paes Sebagai Rekrutan Barunya
Sport 3 jam lalu
Kemenkum Jateng Bina Posbankum di Kecamatan Pemalang
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Kalipancur Central Park Siap Helat Liga Turnamen Catur Yunior 2026
Sport 3 jam lalu
Bank Jateng Slawi Serahkan Hadiah Bima dan CSR Videotron
Ragam Nusantara 4 jam lalu