RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Semarang Jadi Titik Awal Perjalanan Bhikkhu Thudong

NYALANUSANTARA, Semarang- Panitia Pusat Thudong Internasional 2024, mengabarkan perjalanan Bhikkhu Thudong Internasional 2024 tidak dimulai dari Jakarta seperti tahun 2023 lalu. Pada tahun 2024 ini, titik awal perjalanan Bhikkhu Thudong Internasional 2024 dimulai dari Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti, di Bukit Kassapa, Semarang. 

Selanjutnya para Bhikkhu Thudong menuju Candi Agung Borobudur dan perjalanan diakhiri di Candi Muaro Jambi, Sumatera. Adapun pertimbangannya karena para Bhikkhu Thudong memenuhi undangan Gubernur Provinsi Jambi, untuk berkenan melakukan perjalanan thudong ke Candi Muaro Jambi.

Dipilihnya Kota Semarang sebagai awal perjalanan perjalanan Bhikkhu Thudong disambut antusias oleh Koordinator Bhikkhu Thudong 2024 Kota Semarang, Wahyudi Santiphala. "Merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan tersendiri bagi warga Kota Semarang sebagai Tuan Rumah Event Internasional Bhikkhu Thudong tahun 2024. Untuk itu, kami mengajak warga Kota Semarang berkenan turut hadir dan mendukung kegiatan bersejarah ini," ucap Wahyudi dalam keterangan resminya, Senin (13/5).

Menurut Wahyudi dipilihnya Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti menjadi titik mula, karena pertimbangannya di vihara inilah untuk pertama kalinya berdiri Sima pada tahun 1959. "Sima adalah tempat khusus upasampada (pengukuhan) bhikkhu baru. Dan di Sima inilah untuk pertama kalinya di tanah air dilaksanakan upasampada bhikkhu sesudah ratusan tahun rubuhnya Wilwatikta-Majapahit," bebernya.

Perjalanan Bhikkhu Thudong Internasional 2024 akan diikuti 40 orang Bhikkhu Thudong; terdiri dari 30 orang bhikkhu dari Thailand, dan 10 orang bhikkhu dari Indonesia. Upacara pelepasan bakal dimeriahkan dengan kehadiran Walikota Semarang, Tokoh FKUB Jateng dan Semarang, Tokoh lintas agama, sekitar 35 orang bhikkhu anggota Sangha di Indonesia, dan siswa siswi serta mahasiswa/i dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Semarang. Antara lain Sekolah Kuncup Melati, Mahasiswa Jurusan Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan YME, FBB Untag Semarang, Mahasiswa Jurusan Studi Agama-agama UIN Walisongo, dan lainnya.

Acara tersebut juga bakal dihadiri cucu Jenderal Gatot Subroto yang ingin menyaksikan langsung peristiwa bersejarah di Bukit Kassapa. "Di bukit ini, kakek beliau mendukung Bhikkhu Ashin Jinarakkhita menorehkan jejak karya menabur benih Dharma di Nusantara pada masa awal. Yaitu mulai tahun 1955 sampai dengan 1964 atau sekitar 9 tahun, 10 bulan di Kota Semarang," ujarnya.

Wahyudi Santiphala mengajak warga Kota Semarang untuk turut berpartisipasi. "Partisipasi dapat dilakukan, baik dengan bergabung dalam kepanitiaan bersama maupun mendukung persiapan acara. Siapapun dapat mengambil peran sesuai minat masing-masing. Seperti menjadi Seksi Perlengkapan, Seksi Konsumsi, Seksi Diesel dan Sound System, Seksi Among Tamu, Seksi Kesenian, atau terlibat di dapur umum," ungkapnya.

"Pertimbangannya, pada tahun 2023 lalu, terdapat kurang lebih 3000 warga memadati Desa Pakintelan di Gunungpati dan Desa Pudakpayung di Banyumanik. Pada peristiwa itu, terdapat spontanitas warga yang mengambil peran untuk turut mangayubagyo. Ada yang menyediakan air minum, nasi bungkus, menghias bunga di pratima (altar), meminjami diesel, sound system, dan sebagainya," sambungnya.

Perjalanan Thudong Internasional 2024 kali ini akan mengulang kembali peristiwa bersejarah menempuh “jalur sakral” di Hutan Bukit Kassapa dan Hutan Pakintelan yang luasnya lebih dari 200 hektar. 

"Rabu, 15 Mei 2024, petang hari sesudah acara penyambutan singkat di Vihara Buddha Dipa, Pakintelan, Gunungpati. Para Bhikkhu Thudong berjalan kaki menembus kedalaman hutan kota dan menyeberangi Sungai Kaligarang yang berbatasan dengan Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik. Untuk kelancaran dan keamanan perjalanan di “jalur sakral” ini, sejumlah relawan gabungan dari beberapa elemen masyarakat secara aktif terjun mendukung persiapan," jelasnyua. 

Sekitar 300 orang Relawan, ucap Wahyudi akan mendukung dan mengamankan acara tersebut. Mereka berasal dari Ditpolairud Polda Jateng, SARDA Jateng, BNPB Semarang, DKK Kota Semarang, GP Peduli, Sriti, Three S Management, Banser, KPMP, Linmas Pakintelan, Karang Taruna Pakintelan, Warga Kelurahan Pakintelan, Warga Kelurahan Pudakpayung, Polsek Gunungpati, Koramil Gunungpati, Polrestabes Kota Semarang, OCC Oi Crisis Center, Kaliber RW 01 Pudakpayung, Gereja GPdI Banyumanik, Umat Katolik GKRU, Polsek Banyumanik, Koramil Banyumanik, Forkopimcam Gunungpati, Forkopimcam Banyumanik, dan Lentera Ungaran.

Wahyudi menambahkan kehadiran bhikkhu thudong 2024 di Kota Semarang juga akan dimeriahkan dengan pesta rakyat berupa penampilan seni budaya lintas agama. Penampilan seni budaya antara lain drum band SDN Pakintelan 2, Rebana SDN Pakintelan 1, Kuda Lumping Pakintelan, Paduan Suara warga Katolik lingkungan Yohanes de Brito dan lingkungan Maria Mediatrix, Barongsai Kelenteng Tay Kak Sie, dan Bale Ganjur dari PHDI Semarang atau Pura Agung Girinatha.

"Puncak Acara Pelepasan Bhikkhu Thudong 2024 dilaksanakan pada hari Kamis pagi, tanggal 16 Mei 2024 jam 08.00-09.00 WIB di Bukit Kassapa, Kalipepe, Pudakpayung, Semarang. Mari jadikan kehadiran Bhikkhu Thudong Internasional 2024 di Kota Semarang menjadi ajang keakraban dan pesta rakyat bersama. Salah satunya dengan gotong royong nyengkuyung Bhikkhu Thudong sesuai minat dan kemampuan masing-masing," pungkasnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini