RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

semarangkota.go.id

Wali Kota Semarang Lepas Rombongan Bhikkhu Thudong Menuju Candi Borobudur

Mbak Ita juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Kota Semarang, TNI, Polri, umat lintas agama, dan sukarelawan yang telah menyambut para bhikkhu dengan baik. 

"Penyambutan yang luar biasa ini menunjukkan tingginya toleransi di Kota Semarang," katanya, merujuk pada laporan Yayasan Setara yang menempatkan Semarang di peringkat kelima sebagai kota paling toleran di Indonesia.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kota Semarang berencana memperbaiki fasilitas keagamaan di Vihara Sima 2500 Buddha Jayanti untuk mendukung kegiatan ibadah dan menjadikannya destinasi wisata religi. 

Ketua Sangha Agung Indonesia, Bhikkhu Khemacaro Mahathera, menjelaskan bahwa ritual thudong adalah proses spiritual yang mengajak para bhikkhu menjalani hidup sederhana dan berjalan kaki. 

"Ritual ini mengirim pesan bahwa Indonesia adalah negara yang ramah dan penuh toleransi," ujarnya.

Rombongan bhikkhu thudong sebelumnya telah menginjakkan kaki di Vihara Buddha Dipa, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Semarang, setelah menempuh perjalanan malam hari menyusuri hutan dan menyeberangi Kaligarang sejauh satu kilometer. 

Acara ini tidak hanya mempererat hubungan lintas agama dan negara, tetapi juga menegaskan posisi Semarang sebagai kota dengan sejarah Buddhis yang kuat dan berpotensi menjadi destinasi wisata religi internasional.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Admin

Komentar

Baca Juga

Terkini