RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

KAHMI Jateng Adakan Nonton Bersama Film Lafran Pane di Cinepolis Semarang

Sedangkan Masrifan Djamil menceritakan sosok Lafran sang pendiri HMI. "Beliau ini seorang yang beragama Islam, berasal dari Sumatera Barat. Waktu itu ada tiga dikotomi yakni santri, abangan, dan proyayi. Nah Lafran ini menginginkan Islam ini ya satu dengan ke-Indonesia-an, sehingga mendirikan Himpunan Mahasiswa Islam, ngga pakai Indonesia ini luar biasanya. Dan HMI ini diakui terus, karena berhasil menyumbangkan kader-kadernya untuk Indonesia," kata Masrifan.

Masrifan menandaskan jangan meragukan nasionalisme dan keagamaan para kader HMI dan KAHMI. "Syarat masuknya hanya satu baca syahadat, akhirnya HMI ini berkembang dan banyak tokoh yang mengisi di pemerintahan, parlemen, kyai, pedagang yang semuanya ingin memajukan Indonesia," tegasnya.

Ia berharap film Lafran tersebut mampu menginsipirasi para generasi muda Indonesia untuk kembali ke semangat perjuangan dengan etos kerja dan kinerja yang bagus serta berprestasi. "Sehingga Indonesia Indonesia tidak bisa dibawa ke alam liberalisme yang hedon dan konyol, kami betul-betul ingin membangun dengan ke-Indonesia-an dan ke-Islam-an," pungkasnya.

Pembiayaan pemutaran film Lafran tersebut sepenuhnya dibiayai oleh Majelis Wilayah KAHMI Jawa Tengah.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini