Sejarah Singkat Wedang Jamu Coro, Minuman Khas Demak yang Mengakar Hingga Kini
Red - 26 Mei 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Demak - Wedang Jamu Coro, minuman tradisional khas Demak, memiliki sejarah yang kaya dan berakar hingga akhir abad kelima belas.
Penemu pertama minuman ini adalah Ki Ageng Kakibalar, seorang abdi dalem Sultan Trenggono pada masa itu.
Pada usia yang mengagumkan, seratus dua puluh lima tahun, beliau meninggalkan kerajaan Demak setelah perselisihan dan memilih mengabdi kepada masyarakat dengan cara yang unik: melalui minuman wedang jamu coro.
Ki Ageng Kakibalar menetap di desa Rejosari, tepatnya di dukuh Tegalsari, dan mempersembahkan minuman ini sebagai bentuk bantuannya kepada sesama.
Tradisi ini berlanjut melalui putranya, Ki Ageng Joyo Dharmo pada abad ke-17, dan kemudian oleh Ki Ageng Nggodrono bersama istrinya, Nyai Santri, pada abad ke-18.
Setelah Ki Ageng Kakibalar tiada, estafet pengabdian ini dilanjutkan oleh Nyai Pasirah, putri tunggalnya, pada abad ke-19.
Di masa pemerintahan Nyai Pasirah, wedang Jamu Coro mengalami modifikasi menjadi minuman yang menjadi jamuan masyarakat luas.
Bahkan, di era ini, keponakan Nyai Pasirah, yaitu Ki Ageng Saliyam dan Ki Ageng Lasiman, mempertahankan tradisi ini selama penjajahan Belanda hingga Jepang.
Kiswato, ketua paguyuban jamu coro di Rejosari, menjelaskan, "Hingga kini, wedang jamu coro masih menjadi favorit di desa Rejosari dengan seratus UMKM penjualnya. Bahkan, minuman ini digemari oleh semua kalangan, termasuk kaum pria. Untuk menghargai warisan ini, dukuh Tegalsari akan dibangun gapura sentra jamu coro, dan wedang jamu coro telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Dindikbud sejak tahun 2021. Mari kita cintai dan lestarikan kuliner Demak, terutama wedang jamu coro."
Tradisi panjang wedang jamu coro menjadi bukti kekayaan budaya dan kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Demak hingga saat ini.
Semangat untuk melestarikannya pun semakin membara di tengah-tengah upaya menjaga keberagaman kuliner dan tradisi nenek moyang.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 4 jam lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 5 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 6 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 8 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 8 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 9 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 9 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 10 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 10 jam lalu