RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Sumarno: Mewujudkan Ketahanan Pangan Butuh Keterlibatan Anak-anak Muda

Pupuk yang diproduksi, dijual kepada petani hanya Rp17 ribu per kemasan 30 kg. Padahal harga umumnya adalah Rp30 ribu. Petani bisa mendapatkan harga murah, karena mendapat subsidi dari dana desa sebesar 43%.  

Pada program tersebut, Taruna Tani mampu memproduksi sekitar 45 ton per tiga bulan, yang siap memenuhi kebutuhan petani di Desa Gintungan. “Subsidi itu, sifatnya untuk seluruh masyarakat Gintungan. Walaupun di luar kelompok, kalaupun ingin membeli pupuk organik dari Taruna Tani, itu hanya menunjukkan fotokopi KTP ataupun identitas. Jadi, asalkan warga Desa Gintungan bisa menikmati subsidi 43%,” paparnya. 

Penggunaan pupuk organik sudah dirasakan manfaatnya oleh petani. Tanahnya menjadi subur dan lebih tahan hama.

Ketua Kelompok Tani Mulya Tani 1 Desa Gintungan, Hasim Ashari menambahkan, prospek pertanian organik sangat menjanjikan di masa mendatang. Sebab, proses produksinya lebih efisien, karena menggunakan limbah ternak. Sementara, hasil produksi pertaniannya juga mampu terjual dengan harga yang terbilang tinggi.

Hasim mengatakan, proses produksi pertanian organik dari hulu hingga hilir membutuhkan banyak tenaga kerja. Sehingga, menghidupkan pemberdayaan masyarakat Desa Gintungan. 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini