Tingkatkan Kesadaran Terhadap Zoonosis, Lembaga Multisektoral di DIY Masuk ke Sekolah dan Perguruan Tinggi
Fatih Tarusbawa - 01 Juli 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Yogyakarta- Menyusul keberhasilan peluncuran dan penerapan kurikulum zoonosis di sekolah di wilayah Jawa Barat, Kementerian Pertanian (Kementan) bekerja sama dengan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), memperluas kegiatan penyadaran zoonosis kepada pelajar SD dan SMP serta mahasiswa di wilayah DIY dengan dukungan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).
Kolaborasi multisektoral itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zoonosis di tingkat pendidikan dasar dan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga menjadikan daerah tersebut lebih teredukasi dan tangguh dalam menghadapi ancaman zoonosis di masa depan.
Mengingat jumlah kasus zoonosis, khususnya rabies yang terjadi dan menyebabkan kematian mencapai 40% pada anak-anak usia dini, maka Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menginisiasi kegiatan peningkatan kesadaran zoonosis sejak dini. Kesadaran yang berkelanjutan khususnya pada anak-anak hingga mereka dewasa, yang tidak hanya berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi justru menimbulkan kewaspadaan secara berkelanjutan terhadap zoonosis, yang ter “frame” kuat dibenak anak-anak didik, untuk mempersiapkan awareness atau kesadaran terhadap zoonosis-zoonosis lain yang mungkin akan datang, mengingat perkembangan globalisasi sekarang ini, berpotensi masuk dan menyebarnya zoonosis dari 1 negara 1 ke negara lain dengan mudah serta munculnya penyakit infeksius baru.
Pada kegiatan Panen Raya serta Tanam Padi dan Jagung di Kabupaten Gunung Kidul (1/7/2024) Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI yang diwakili oleh Direktur Pakan, Nur Saptahidayat, secara resmi menyerahkan dokumen kerjasama kegiatan penyadaran zoonosis antara Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan UGM dan BBGP DIY melalui Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta.
Nasrullah, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dalam sambutannya, menyatakan dukungannya terhadap upaya kolaborasi pencegahan zoonosis tersebut. “Pengenalan pendidikan zoonosis ke dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi merupakan langkah maju yang signifikan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Penting bagi seluruh anggota masyarakat, termasuk anak-anak, untuk memiliki pengetahuan tentang ancaman penyakit zoonosis,” ucap Nasrullah dalam keterangan resminya, Senin (1/7).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Syamsul Ma'arif, mengatakan pendidikan adalah kunci utama dalam pencegahan penularan zoonosis, dengan memberikan pengetahuan, maka kita dapat membekali mereka dengan ilmu, sehingga nantinya mampu menjadi agen perubahan di komunitas mereka.
"Melalui kegiatan penyadaran zoonosis ini juga, anak-anak didik akan diberikan pemahaman terhadap zoonosis seperti cara menjaga hewan tetap sehat, cara mencegah penularan dan cara melindungi diri. Harapan kami, kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. Dan semoga dengan kegiatan ini, Daerah Istimewa Yogyakarta dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam upaya melindungi masyarakat dari penyakit zoonotik,” ungkapnya.
Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Beny Suharsono, menyoroti pentingnya inisiatif ini, khususnya dalam mengatasi kasus zoonosis seperti antraks. Ia menyatakan perlu intervensi yang tepat sasaran seperti ini kepada masyarakat, petani, pelajar, dan seluruh lapisan masyarakat, agar kasus zoonosis di wilayah Yogyakarta dapat dicegah.
Lebih lanjut Beny juga menyampaikan antusiasnya terhadap kemitraan ini dan mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan yang telah mewujudkan program ini.
Program di Yogyakarta ini mengadopsi pendekatan baru dan inovatif, dengan menggabungkan kegiatan kesadaran zoonosis di sekolah dasar di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul dengan mengintegrasikan pendidikan zoonosis ke dalam kurikulum “Merdeka Belajar”. Sebelumnya, para guru di BBGP Daerah Istimewa Yogyakarta akan diberikan edukasi mengenai pengetahuan zoonosis sehingga mereka dapat memberikan penyadaran zoonosis yang efektif dan komprehensif di sekolah.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Kemenkum Jateng Siap Berbenah Menuju WBBM
Ragam Nusantara 58 menit lalu
Kapolrestabes Semarang Resmi Berganti, dari Syahduddi kepada Heri Wahyudi
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Dorong Hilirisasi Riset di Tengah Transformasi Hukum Pidana, Kemenkum Jateng - UIN Salatiga Gelar Seminar Nasional
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Tindaklanjuti Perintah Prabowo, Bahlil Segera Eksekusi Izin Usaha Tambang Nakal
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kabar Gembira, Indonesia akan Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Terkini
Kemenkum Jateng Siap Berbenah Menuju WBBM
Ragam Nusantara 58 menit lalu
Kapolrestabes Semarang Resmi Berganti, dari Syahduddi kepada Heri Wahyudi
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Dorong Hilirisasi Riset di Tengah Transformasi Hukum Pidana, Kemenkum Jateng - UIN Salatiga Gelar Seminar Nasional
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Tindaklanjuti Perintah Prabowo, Bahlil Segera Eksekusi Izin Usaha Tambang Nakal
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Kabar Gembira, Indonesia akan Dapat Pasokan Minyak dari Rusia
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Mobil China Makin Dominan, Penjualan Melonjak 79 Persen di Indonesia
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Gubernur Jateng Ajak Kadin Berkolaborasi Atasi Kemiskinan Ekstrem
Ragam Nusantara 10 jam lalu
SINOPSIS Gohan: Heart of Home, Kisah Haru tentang Kesetiaan dan Arti Kehadiran
Sinema 10 jam lalu
SINOPSIS Ip Man: Kung Fu Legend, Aksi Legendaris Penuh Konflik dan Perjuangan di Hong Kong
Sinema 11 jam lalu
Besok Siang Karnaval Paskah 2026 di Semarang, Jalan Pemuda Ditutup Sementara
Ragam Nusantara 11 jam lalu
SINOPSIS Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Drama Keluarga Penuh Emosi Tayang Mei 2026
Sinema 12 jam lalu