RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Pemprov Jateng Luncurkan “Si Mega Ruber” untuk Perkuat Keamanan Informasi

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, tambah Riena sudah mempunyai agen reaksi cepat dalam penanganan atau CSIRT, termasuk para OPD Jateng juga telah memiliki CSIRT. Hal serupa juga sudah dimiliki kabupaten dan kota di Jateng. Karenanya, dibutuhkan sinergi satu sama lain.

"Kita bersinergi, saling menjaga agar rumah siber kita tidak dimasuki orang. Harus ada SDM yang kompeten, SDM yang mempunyai komitmen, SDM yang mempunyai knowledge terkait dengan penjagaan ruang siber," jelasnya.

Sedangkan menurut praktisi keamanan informasi dan siber, Tri Febrianto, upaya yang harus dilakukan pemprov dalam mengamankan sistem informasi, yang terpenting adalah menanamkan rasa peduli akan pengamanan sistem di sisi siber, baik teknis maupun nonteknis. 

"Contohnya tadi kalau nonteknis adalah kesadaran mereka untuk bisa memberlakukan, atau mempunyai habit yang aman masalah siber, seperti membuat password," ungkapnya.

Tri melanjutkan masalah teknikal, di mana membuat aplikasi tidak cukup memastikan berfungsi dengan baik, tetapi bagaimana memikirkan risiko ancaman siber dunia.

"Jadi itu seperti by design. Tapi tidak hanya itu, yang utama adalah SOP yang dijalankan, dan kapasitas harus di-upgrade itu juga ya, juga didukung dengan anggaran yang baik untuk membantu di sisi teknologinya. Karena memang perlu adanya teknologi untuk mendukung dan membantu untuk mengontrol itu. Jadi paling tidak, ada peringatan dini (early warning) kalau memang ada sesuatu yang mengancam, dan langsung bisa menghentikan," tutupnya.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini