Perkuat Investasi Berkelanjutan di ASEAN: AIPA, FAO, dan IISD Bekerjasama Implementasikan ASEAN RAI
Fatih Tarusbawa - 30 Juli 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Denpasar- Majelis Antar-Parlemen ASEAN (AIPA) bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dan International Institute for Sustainable Development (IISD) mengundang berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat implementasi Pedoman ASEAN tentang Investasi Bertanggung Jawab di Bidang Pangan, Pertanian, dan Kehutanan (ASEAN RAI).
Kemitraan dalam acara ini, yang didukung oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Badan Kerjasama Internasional Spanyol (AECID), dan Badan Kerjasama Internasional Swedia (SIDA), bertujuan untuk menjawab berbagai tantangan negara-negara di Asia Tenggara dalam menjamin keamanan pangan melalui investasi berkelanjutan.
Memperkuat momentum dari adopsi ASEAN RAI pada tahun 2018 dan keberhasilan acara pertama di Republik Demokratik Rakyat Laos pada April silam, FAO, AIPA, dan IISD bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja berkelanjutan bagi para legislator.
Kerangka kerja ini mencakup aktivitas parlemen yang terkait dengan penguatan undang-undang, penganggaran dan pembiayaan, peningkatan kapasitas, advokasi, serta pengawasan. Dengan menekankan pentingnya investasi berkelanjutan, hasilnya diharapkan dapat menjadi alat penting untuk memajukan rantai nilai pertanian dan investasi di seluruh ASEAN.
Menurut Ketua Komite Kerja Sama Antar-Parlemen Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Dr. Fadli Zon, saat ini kita berada dalam tekanan berat demografis untuk dapat menyediakan pangan sementara lahan dan sumber daya hutan kita terbatas.
"Terlebih kita dihadapkan pada tantangan eksistensial atas perubahan iklim, yang telah menyebabkan situasi mengkhawatirkan terkait perubahan pola cuaca, kelangkaan sumber daya air, lingkungan dan lain sebagainya. Jika kita ingin memajukan sektor pangan, pertanian, dan kehutanan secara komprehensif, harus ada satu payung undang-undang, sebuah omnibus, untuk mengatasi tantangan yang tersedia, termasuk dalam tata kelola investasi pertanian," ucap Fadli Zon, dalam keterangan resminya, Senin (29/7/2024).
Menurut Sekretaris Jenderal AIPA Ar. Siti Rozaimeriyanty Dato Haji Abdul Rahman, inisiatif AIPA selaras dengan Statuta dan berdasarkan pada resolusi yang diadopsi secara konsensus oleh Parlemen Anggota AIPA.
"Salah satu resolusi penting tersebut adalah tentang ‘Mendorong Penerapan ASEAN RAI’ yang diadopsi pada Sidang Umum AIPA ke-44 tahun lalu di Indonesia. Acara hari ini dibangun atas dasar resolusi tersebut. ASEAN RAI adalah kerangka strategis yang bertujuan untuk mendorong praktik investasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab di seluruh kawasan," ujarnya.
"Partisipasi anggota parlemen sangat penting dalam mewujudkan pedoman ini. Dengan mengundang perwakilan dari berbagai sektor, termasuk akademisi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat upaya kolektif kita dan memastikan keterlibatan komprehensif dari seluruh pemangku kepentingan," sambungnya.
Rajendra Aryal, selaku perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste serta FAO liason untuk ASEAN menambahkan sistem pangan yang berkelanjutan adalah dasar bagi ketahanan pangan dan mata pencaharian petani kecil di wilayah ASEAN. Namun, mereka menghadapi banyak tantangan, termasuk perubahan iklim, degradasi lahan, dan ketidaksetaraan sosial-ekonomi.
"Kendaraan utama untuk mengatasi tantangan ini adalah meningkatkan investasi di sektor pertanian, terutama yang ditujukan kepada petani keluarga kecil yang menghasilkan hampir 80 persen makanan di wilayah ini. Para anggota parlemen memainkan peran kritis di sini, terutama dengan memberlakukan undang-undang, mengawasi tindakan pemerintah, dan mengalokasikan sumber daya anggaran," bebernya.
FAO Indonesia bekerja untuk memperkuat lingkungan kolaboratif guna mencapai pembangunan berkelanjutan melalui bantuan teknis dan pertukaran pengetahuan, serta promosi kebijakan yang mendorong investasi bertanggung jawab. Transformasi sektor pangan, pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi fokus utama, untuk mencapai masa depan dengan produksi, lingkungan, nutrisi, dan kehidupan yang lebih baik.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Kerajinan Tangan Naik Daun, Tanda Menguatnya Experience Economy di Tiongkok
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Bawaslu Kota Semarang Tekankan Pentingnya Konsolidasi Demokrasi Perkuat Partisipasi Masyarakat
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Terkini
Ford RMA Indonesia Resmi Buka FEC Sunter Guna Perkuat Komitmen Jangka Panjang di Indonesia
Lifestyle 9 menit lalu
Review The Mummy (2026): Horor Gelap yang Brutal, Namun Kurang Membekas
Sinema 32 menit lalu
Review Ustaad Bhagat Singh: Aksi Besar, Eksekusi Kurang Maksimal
Sinema 1 jam lalu
Nyalakan Nasionalisme, Merah Putih Sepanjang 100 Meter Terbentang di Karnaval Paskah Kota Semarang
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Review Bhooth Bangla: Horor Komedi Penuh Nostalgia dan Tawa
Sinema 2 jam lalu
Artotel Group Meluncurkan Praktik Dining Berkelanjutan “REBELLIOUS HUNGER”
Ekbis 3 jam lalu
Bocoran Honor Baterai 11.000mAh: Siap Jadi Raja Daya Tahan?
Tekno 3 jam lalu
Perkuat Mutu Produk, KAI Services Hadirkan Laboratorium Quality Control
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Bocoran Xiaomi 18 Pro: Hadirkan Tombol AI dan Desain Lebih Futuristik
Tekno 5 jam lalu
Pengabdian Tanpa Lelah: Alumnus FK UNDIP Ahli Mata untuk Masyarakat Papua
Ilmu 5 jam lalu
Suharsono Tekankan Pentingnya Implementasi Perda untuk Dampak Nyata di Masyarakat
Ragam Nusantara 6 jam lalu