Lapas Kelas IIB Batang Ciptakan Kebun Produktif dari Lahan Tidur, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Red - 09 November 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Batang – Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini berhasil mengubah lahan tidur menjadi kebun produktif.
Dengan semangat kerja keras dan bimbingan dari pihak lapas, tanaman terong dan tomat segar kini tumbuh subur, menjadi kontribusi penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Jose Quelo, menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan kosong di sekitar lapas merupakan upaya pemberdayaan yang selaras dengan program ketahanan pangan pemerintah.
"Kami melihat potensi lahan ini sebagai peluang untuk memberdayakan WBP dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujarnya, Jumat (8/11/2024).
Hasil panen dari kebun produktif Lapas Batang ini dipasarkan melalui Fresh Store, sebuah outlet sederhana di area lapas yang didirikan khusus untuk menjual hasil pertanian WBP.
Tempat ini bukan hanya menjadi pasar, tapi juga simbol nyata keberhasilan program pembinaan di lapas. Melalui Fresh Store, keluarga WBP dan masyarakat sekitar dapat membeli hasil panen berkualitas dengan harga terjangkau.
"Kehadiran Fresh Store adalah bukti bahwa WBP dapat produktif dan berkontribusi pada masyarakat. Ini juga menjadi langkah kami untuk memberdayakan mereka dan mempersiapkan mereka agar memiliki keterampilan yang berguna saat kembali ke masyarakat," tambah Jose.
Selain berfokus pada hasil panen, program pertanian ini juga menjadi sarana bagi WBP untuk mempelajari teknik bercocok tanam, manajemen lahan, hingga dasar-dasar pemasaran. Dengan keterampilan ini, WBP diharapkan memiliki bekal yang cukup saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
Jose juga menekankan bahwa hasil penjualan dari program pertanian ini digunakan untuk keberlanjutan program dan peningkatan fasilitas lapas. “Dengan cara ini, WBP bisa merasakan langsung dampak dari kerja keras mereka,” jelasnya.
Inovasi yang dilakukan oleh Lapas Batang ini menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki potensi besar dalam berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Dengan memberdayakan WBP dan memanfaatkan lahan tidur, program ini membuktikan bahwa kontribusi pada ketahanan pangan bisa datang dari tempat yang tak terduga.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menginspirasi lapas lain di seluruh Indonesia untuk ikut serta dalam program pertanian seperti ini. Jika setiap lapas memanfaatkan lahan kosong mereka, dampaknya pada ketahanan pangan nasional akan sangat signifikan,” pungkas Jose.
Dengan inovasi ini, Lapas Kelas IIB Batang telah menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk berkarya dan berkontribusi pada masyarakat.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Terkini
Wealth Creation Performance: Pendekatan Baru CESGS UNAIR dalam Menilai Kepemimpinan Korporasi
Ilmu 31 menit lalu
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 1 jam lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 2 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 3 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 4 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 5 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 5 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 6 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 6 jam lalu