Pulang ke Indonesia, Mantan Tenaga Migran di Malaysia Ini Kini Sukses Bangun Bisinisnya
Fatih Tarusbawa - 23 Desember 2024 - RegionalNYALANUSANTARA, Jember- Belum lama ini Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Hadi Wahyuningrum, mengunjungi tempat usaha seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Purna yang sukses di Watu Ulo, Jember, Jawa Timur.
Pemilik usaha tersebut adalah Subakri Firdaus, atau akrab disapa Cak Sukri. Ia sebelumnya telah bekerja di Malaysia sejak tahun 1995.
Selama berada di Malaysia, Cak Sukri bekerja di bidang konstruksi dan hospitality. Setelah kembali ke Indonesia, ia memutuskan untuk membuka usaha sendiri dengan mendirikan sebuah toko sembako dan membangun koperasi. Meskipun kini sukses, Cak Sukri mengungkapkan bahwa perjalanan usahanya tidaklah mudah.
“Tapi tidak banyak orang tahu, jatuh bangun membangun usaha sampai jadi kedai seperti ini, jalannya nggak mulus. Sebelum jadi kedai ini, bahkan harus nguruk tanah sendiri,” ujar Cak Sukri saat berbicara di depan awak media dan Komunitas Keluarga Buruh Migran Indonesia (KKBM) Jember.
Cak Sukri juga menegaskan bahwa ia tidak berniat untuk kembali bekerja ke Malaysia. Dengan usaha yang dijalankannya saat ini, ia mengaku mampu meraih omzet sekitar 40 hingga 50 juta rupiah per bulan.
“Dari uang hasil kerja dan menabung, saya dan istri saya kebetulan punya pengalaman memasak seafood. Kalau saya kembali ke Malaysia, belum tentu saya dapat gaji lebih banyak dari yang saya dapat sekarang,” jelasnya.
Setelah mendengarkan kisah sukses Cak Sukri, Kepala Biro Hukum dan Humas KP2MI, Hadi Wahyuningrum, atau akrab disapa Yayuk, membuka sesi sharing dengan Komunitas Keluarga Buruh Migran Indonesia (KKBM) Jember. Dalam sesi itu, Yayuk mendengarkan keresahan yang dialami oleh para pekerja migran purna asal Jember beserta keluarganya.
“Di pusat, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Cak Sukri dan komunitas. Kami ingin menerima masukan dan sharing tentang apa saja keresahan kawan-kawan mengenai pelindungan pekerja migran saat ini,” ungkap Yayuk.
Yayuk menambahkan bahwa masukan yang diperoleh akan didata dan menjadi bahan untuk penyusunan regulasi baru di pusat. Misalnya, untuk wilayah Jember yang dekat dengan laut, pemberdayaan bisa difokuskan pada pengolahan hasil laut.
Selain itu, Yayuk juga menyoroti peran penting komunitas, seperti KKBM, dalam pemberdayaan dan pelindungan pekerja migran. Komunitas ini tidak hanya membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh calon pekerja migran, seperti pemerasan oleh oknum, tetapi juga memberikan pelatihan keahlian.
“Banyak laporan dari teman-teman komunitas yang menerima aduan dan membantu calon pekerja migran. Hal ini membuktikan bahwa lembaga pemerintah tidak dapat bekerja sendirian, kolaborasi adalah solusinya,” pungkas Yayuk.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Terkini
Menempuh 16,5 Jam Demi AEE 2026, Perjuangan Siswi Asal Aceh Ini Tuai Apresiasi Rektor UNAIR
Ilmu 56 menit lalu
Peran Krusial Pria dalam Menghentikan Kanker Serviks: Fakta Penting tentang HPV dan Vaksinasi
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Talwiinder dan Disha Patani Resmi Umumkan Hubungan, Keluar Bergandengan Tangan di Lollapalooza India
Lifestyle 2 jam lalu
Melihat Kehidupan Warga Agam yang Terdampak Bencana di Huntara
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Tampilan Perdana Nayanthara di Film Patriot Terungkap, Tanggal Rilis Digoda Lewat Kode Morse
Lifestyle 3 jam lalu
Pascabencana, Sekolah Kembali Bersih Anak-anak di Tapanuli Kembali ke Sekolah
Ragam Nusantara 3 jam lalu
ULASAN Sebelum Dijemput Nenek, Ketika Hantu Tak Lagi Menakutkan: Komedi Absurd di Balik
Sinema 4 jam lalu
Gus Yasin: Pemprov Jateng Upayakan Pemulihan Psikologis Warga Korban Banjir Pemalang
Ragam Nusantara 4 jam lalu
SINOPSIS Return to Silent Hill Siap Menghantui Bioskop Indonesia Mulai 28 Januari 2026
Sinema 5 jam lalu
Wapres dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa di UKSW
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pengangkatan Direksi BUMD
Ragam Nusantara 6 jam lalu