RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Pemkab Magelang Siapkan Bantuan Pangan Agar Petani Tak Terdampak Bencana

NYALANUSANTARA, Mungkid- Pemerintah Kabupaten Magelang sedang menyiapkan bantuan untuk masyarakat dan petani yang terdampak bencana sepanjang tahun 2024-2025. Skema bantuan itu akan mencakup berbagai aspek, mulai dari penanganan puso akibat serangan hama hingga penanganan stunting.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang, Ade Srikuncoro Kusumaningtyas, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan kegiatan cadangan pangan pemerintah daerah untuk mengatasi beberapa permasalahan, termasuk bencana alam. 

Hingga kini, Distanpangan Kabupaten Magelang memiliki persediaan sebanyak 24 ton 50 kilogram gabah siap giling untuk menghadapi kemungkinan bencana alam. Gabah tersebut berasal dari pengadaan tahun 2023 dan 2022, dengan total pengadaan sebesar 56 ton 930 kg.

Dalam pendistribusian bantuan logistik untuk bencana alam, Distanpangan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang. Sebagai contoh, pada 2024, Distanpangan telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak gagal panen dan angin kencang di Kecamatan Borobudur. 

Selain itu, di Kecamatan Kajoran, Distanpangan juga menyalurkan sekitar 660 kg bantuan terkait tanaman rusak, yang mencakup 53 Kepala Keluarga (KK) di dua kecamatan tersebut.

Ade menjelaskan bahwa stok gabah yang tersimpan dari pengadaan 2022, 2023, dan 2024 masih bisa disalurkan jika diperlukan. Untuk memperoleh bantuan, setiap Kepala Keluarga dapat mengajukan surat permohonan kepada Distanpangan Kabupaten Magelang, dengan alokasi 10 kg beras per Kepala Keluarga.

Bantuan beras tersebut akan disalurkan berdasarkan empat kriteria, termasuk Peta Kerentanan Pangan (PSPA) yang menunjukkan 30 desa di 12 kecamatan sebagai daerah rawan pangan di 2024. Selain itu, bantuan ini juga ditujukan untuk penanganan kemiskinan ekstrem sesuai dengan Perda Cadangan Pangan 2024. Program penanganan stunting juga sedang berjalan, dengan pengajuan bantuan dari satu kecamatan untuk 20 desa hingga akhir 2024.

Kasi Logistik pada BPBD Kabupaten Magelang, Agung Wahyu Prihatmanto, mengungkapkan bahwa ketersediaan logistik untuk kebencanaan di BPBD Kabupaten Magelang dalam kondisi aman dan mencukupi. 

BPBD memiliki pasokan beras sebanyak 900 kg yang bersumber dari Dinas Pertanian dan Pangan. Selain itu, stok lainnya seperti mie instan, gula, dan teh juga tersedia di gudang BPBD. Stok logistik ini tidak hanya digunakan untuk meringankan beban korban bencana, tetapi juga untuk mendukung operasi bencana, terutama untuk warga yang melakukan gotong-royong.

"Stok kami aman karena ada beberapa sumber, termasuk pengadaan dari kami sendiri dan kolaborasi dengan Dinas Pertanian, yang totalnya mencapai 900 kg," ungkap Agung.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi

Komentar

Baca Juga

Terkini