RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Kolam Air Hangat di Mojokerto Viral, Diduga Jadi Lokasi Aktivitas Menyimpang Malam Hari

NYALANUSANTARA, MOJOKERTO- Sebuah kolam air hangat yang terletak di tengah area persawahan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, mendadak menjadi sorotan publik. Lokasi tersebut ramai dibicarakan karena diduga sering dijadikan tempat berkumpul komunitas homoseksual pada malam hari.

Kolam yang berada di belakang Perumahan Tribuana Residence ini hanya berjarak sekitar 15 meter dari kompleks perumahan, dipisahkan oleh area rawa. Dari permukiman warga Lingkungan Kedungsari, jaraknya sekitar 50 meter. Di tengah kolam seluas 5 meter ini terdapat sumber mata air panas yang mengalir melalui dua pancuran.

Meski secara fisik terlihat seperti kolam biasa, keberadaan berbagai jenis sampah di sekitar lokasi menjadi perhatian warga. Di antara sampah-sampah tersebut ditemukan bungkus kondom, pelumas, sabun, saset sampo, serta pakaian dalam pria. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa tempat tersebut kerap dijadikan lokasi pertemuan kelompok tertentu.

RB (40), salah satu warga Kedungsari, menyampaikan bahwa kolam itu disebut-sebut sering digunakan sebagai tempat berkumpul kalangan homoseksual. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas tersebut biasanya berlangsung pada malam hari, bahkan hingga dini hari, dengan jumlah pelaku antara enam hingga sepuluh orang yang datang dari luar daerah.

Menurut RB, warga sudah beberapa kali membubarkan aktivitas di lokasi tersebut, namun para pelaku kerap kembali setelah beberapa hari. Pernyataan serupa juga diutarakan oleh SR (60), warga lainnya yang tinggal di dekat kolam. Ia menjelaskan bahwa kolam tersebut sebenarnya merupakan hasil proyek pengeboran minyak yang gagal pada tahun 1990-an, dan sejak itu menjadi sumber air panas alami.

SR menambahkan bahwa aktivitas mencurigakan sudah berkurang sejak tahun 2023, berkat tindakan warga yang rutin mengawasi dan membubarkan kerumunan. Namun, sebagian warga di Perumahan Tribuana mengaku masih mendengar keramaian laki-laki di sekitar kolam pada malam hari, meski intensitasnya tidak seramai dulu.

Menanggapi informasi ini, Plt Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Abdul Rachman Tuwo, menyatakan bahwa pihaknya telah mulai melakukan pemantauan. Satpol PP bekerja sama dengan Kelurahan Gunung Gedangan dan warga Kedungsari untuk mengawasi area tersebut. Jika ditemukan adanya tindakan asusila, pihak berwenang akan segera melakukan penindakan tegas.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini