RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Wali Kota Semarang Agustina Dorong Jajaran Maksimalkan Medsos untuk Sampaikan Informasi ke Masyarakat

NYALANUSANTARA, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina mendorong jajaran organisasi perangkat daerah atau OPD hingga Tingkat kelurahan agar memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi kepada Masyarakat. Sebab media sosial saat ini berpengaruh.

“Sekarang ini harus dibangun proses komunikasi yang aktif. Maka, mereka (OPD-Red) ini penting untuk mengedukasi masyarakat melalui media sosial. Karena sekarang zamannya adalah zaman arus-arusnya media yang akan mempengaruhi banyak hal,” kata Agustina usai membuka FGD “Pembuatan Konten Media Sosial untuk Mendukung Keterbukaan Informasi Publik”, pada Rabu 16 Juli 2025.

Adapun kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kota Semarang dan Forum Wartawan Balaikota Semarang. Acara digelar di Aula Balai Kota Semarang.

Dia pun meminta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang rutin mengadakan pelatihan membuat konten. Sehingga para admin media sosial milik pemerintah kota benar-benar paham konten yang tepat sehingga bisa mendukung jalannya pemerintahan yang baik.

“Nanti akan terus dilakukan, tidak hanya hari ini, nanti akan berjalan bergantian. Para admin harus belajar secara private, sedikit demi sedikit,” ucapnya.

Dia pun meminta para awak media juga transfer pengetahuan soal konten yang tepat. Sebab, menurutnya, wartawan memiliki banyak pengalaman.

“Para admin harus belajar banyak hal. Misal, foto yang berbicara tanpa kita harus memberi caption,” tandas dia.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang Soenarto mengatakan bahwa ada pergeseran budaya masyarakat untuk mendapat informasi publik. Oleh karena itu, pemerintah daerah juga harus menyesuaikan perkembangan zaman.

"Ada pergeseran budaya masyarakat soal mendapat informasi. Dari yang semula membaca menjadi menonton. Kita di pemerintahan harus memanfaatkan media sosial untuk memaksimalkan publikasi," kata Soenarto.

Dengan demikian, maka, media sosial tak hanya sebagai hiburan masyarakat. Terdapat fungsi lain juga.

"Saat ini media sosial bukan hanya untuk hiburan. Tetapi juga menjadi media komunikasi dan informasi untuk masyarakat," ujarnya.

Dia pun mendorong para pengelola PPID di balaikota maupun kelurahan dan kecamatan agar selalu terbuka dengan informasi dan menyamapaikan secara cepat. Sehingga bisa mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

"Manfaatkan media sosial secara bijak dan positif, melalui gerak dan visual agar bisa menjangkau semua kalangan masyarakat," harap dia.

Ketua Forwakot Semarang, Henny Rahmawati Purnamasari mengatakan media sosial saat ini makin berkembang pesat. Media sosial menyatu dengan masyarakat.

"Kita tidak bisa menghindar dari media sosial. Media sosial menjadi bagian tak terpisah dari masyarakat," kata Rahma.

Dalam penyebaran informasi di media sosial saat ini pun mendapat banyak tantangan seperti hoax dan bullying. Penggunaan media sosial pun harus bijak.

"Mari kita manfaatkan media sosial secara positif, terutama penyampaian informasi," ujarnya.

Adapun narasumber FGD ini yakni Direktur Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip Semarang Dr Nurul Hasfi dan Jurnalis Senior di Semarang, Adennyar Wicaksono.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Holy

Komentar

Baca Juga

Terkini