RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

50 Hari Bantuan Militer, Inggris Perkuat Komitmen terhadap Ukraina

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Pertahanan Inggris John Healey pada Senin (21/7) mengumumkan peluncuran kampanye dukungan militer selama 50 hari untuk Ukraina, yang sejalan dengan peringatan yang belum lama ini dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada Rusia.

    Di platform media sosial X, Healey mengatakan bahwa dalam pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (Ukraine Defence Contact Group/UDCG) yang diadakan pada Senin, negara-negara peserta mencapai kesepakatan baru untuk memasok amunisi pertahanan udara kritis ke Ukraina, "sebagai bagian dari upaya 50 hari untuk mempersenjatai Ukraina dan memaksa Putin ke meja perundingan."

   Pekan lalu, Trump mengatakan bahwa dia telah mencapai kesepakatan dengan sekutu NATO untuk memfasilitasi pengiriman senjata skala besar ke Ukraina. Dia juga memperingatkan Rusia bahwa Rusia akan menghadapi putaran kedua tarif jika gagal mencapai kesepakatan damai dalam 50 hari.

   Dalam pertemuan UDCG, Healey menegaskan dukungan Inggris, mengatakan bahwa Inggris "mendukung kebijakan ini" dan akan berpartisipasi sepenuhnya guna memastikan kesuksesannya, seperti dilansir media Prancis AFP.

   Healey juga mengungkap bahwa Inggris dan Jerman sepakat untuk bersama-sama menyediakan rudal pertahanan udara untuk Ukraina. Kemitraan itu merupakan bagian dari inisiatif Eropa yang lebih luas yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina.

   Menurut siaran pers Kementerian Pertahanan Inggris pada Senin, Inggris telah mengirim rudal pertahanan udara dan artileri senilai lebih dari 150 juta poundsterling (1 poundsterling = Rp21.955) ke Ukraina dalam dua bulan terakhir. Negara itu juga meningkatkan upaya pengadaan guna menyediakan tambahan ratusan rudal pertahanan udara dan ribuan peluru artileri.

   Secara total, Inggris diperkirakan akan menghabiskan setidaknya 700 juta poundsterling untuk dukungan pertahanan udara dan artileri bagi Ukraina tahun ini, termasuk peralatan senilai 150 juta poundsterling yang telah dikirim, menurut siaran pers tersebut. 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu
Sumber: Xinhua

Komentar

Baca Juga

Terkini