Suami di Gresik Dijatuhi Hukuman 7 Tahun karena Jual Istri untuk Threesome di Mojokerto
Karso Aji - 31 Juli 2025 - RegionalNYALANUSANTARA, GRESIK- Di negeri yang penuh kata “maaf” tapi minim “malu”, kita kembali disuguhi cerita tragis dari sudut Gresik—tempat lahirnya Totok (35), seorang kuli bangunan yang entah sejak kapan berubah menjadi mucikari dalam rumah tangganya sendiri.
Ia bukan germo biasa. Ia adalah suami, sekaligus dalang utama dalam pentas kelam bernama "threesome demi bertahan hidup". Istrinya—yang dalam hukum dicintai dan dilindungi—malah dijadikan komoditas seksual. Sekali, dua kali, lalu lima kali. Total keuntungan? Rp 2.550.000. Kurang dari gaji minimum, cukup untuk menyambung napas sebulan, tapi mengorbankan marwah seumur hidup.
Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra, PN Mojokerto, Rabu sore itu, hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Pasal yang menjerat? UU TPPO. Ironisnya, bukan karena tertangkap dalam jaringan besar sindikat internasional, tapi karena menjadikan kasur hotel kelas menengah sebagai saksi bisu transaksi dosa.
Totok bukan penjahat yang lihai bersembunyi di balik dasi atau jabatan. Ia hanya pria sederhana dengan akun Facebook bernama Fatimah CRV, mengajak diskusi mesum di grup “Pasutri Surabaya”. Di sana, kata "keluarga sakinah" berubah jadi lelucon getir yang dimainkan lewat DM dan WhatsApp.
Katanya, ia terpaksa. Karena istrinya tak bisa bekerja berat. Karena anak harus makan. Karena hidup, katanya, terlalu mahal untuk dijalani dengan jujur. Tapi, mungkinkah keputusasaan jadi pembenaran untuk menjual tubuh pasangan yang seharusnya diselubungi cinta?
Ketika Milla di A Normal Woman masih sempat meracau dalam keindahan rumah borjuis, Totok hanya punya kamar nomor 515 di Hotel Lynn sebagai panggung pengakuannya. Bedanya, Milla halu karena tekanan sosial, sementara istri Totok terjebak karena tekanan ekonomi dan rayuan suami sendiri.
Cerita ini bukan tentang seks menyimpang. Ini tentang sistem yang memaksa orang miskin memilih dosa atau kelaparan. Ini tentang kepala keluarga yang lupa bahwa “kepala” bukan hanya soal posisi, tapi juga tentang akal sehat.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Lulu
Komentar
Baca Juga
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 10 menit lalu
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Bupati Gunungkidul Pimpin Rakordal Pembangunan Triwulan I 2026, Fokus pada Peningkatan Kinerja dan Transparansi Proyek
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Bupati Banyumas Gelar Tarawih Keliling, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Gus Yasin Berdialog dengan Mahasiswa UNS, Tanggapi Isu Kemiskinan dan Pembangunan
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Terkini
Pemprov Jateng Gelar Program Balik Rantau Gratis 2026 untuk Masyarakat Pekerja Informal
Ragam Nusantara 10 menit lalu
Gubernur Jateng Tegaskan Komitmennya untuk Keterbukaan Informasi Publik
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Changan Adakan Pameran dan Promosi di Tujuh Kota di Indonesia, Termasuk Jakarta dan Yogyakarta
Lifestyle 5 jam lalu
Bupati Gunungkidul Pimpin Rakordal Pembangunan Triwulan I 2026, Fokus pada Peningkatan Kinerja dan Transparansi Proyek
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Bupati Banyumas Gelar Tarawih Keliling, Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan dan Keamanan
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Gus Yasin Berdialog dengan Mahasiswa UNS, Tanggapi Isu Kemiskinan dan Pembangunan
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Pemprov Jateng Rekayasa Lalu Lintas di Exit Tol Bawen Selama Arus Mudik Lebaran 2026
Ragam Nusantara 8 jam lalu
Wagub Jateng Ajak Santri Produksi Konten Media yang Jujur dan Bertanggung Jawab
Ragam Nusantara 9 jam lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan Penguatan Ekonomi Kunci Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
Ekbis 9 jam lalu
Wabup Banyumas Pimpin HLM TPID Bahas Persiapan Lebaran 2026
Ragam Nusantara 10 jam lalu
Pemkab Cilacap Gelar Musrenbang RKPD 2027 Guna Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Ragam Nusantara 10 jam lalu