Pembangunan Pasar Ikan Ranai Natuna harus Segera Terealisasi
Fatih Tarusbawa - 20 Agustus 2025 - RegionalNYALANUSANTARACOM, Jakarta- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia didesak segera merealisasikan pembangunan Pasar Ikan Ranai di Kabupaten Natuna. Sudah hampir enam tahun proyek pasar sentral perikanan tersebut belum kunjung terealisasi, padahal secara umum program pemerintah pusat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Bahkan, sebagian besar fasilitas penunjang operasional pasar sudah lebih dulu dibangun.
Namun demikian, hingga tahun 2025, proses lelang pembangunan Pasar Ikan Ranai telah empat kali dibatalkan. Kondisi ini jelas menghambat keberlangsungan program strategis tersebut, menutup peluang berkembangnya industri perikanan lokal, serta merugikan nelayan karena berkurangnya potensi pendapatan. Padahal, Natuna digadang-gadang menjadi pusat terpadu dan pintu gerbang utama perikanan kawasan barat Indonesia, mengingat posisinya yang strategis.
Tertundanya pembangunan pasar ikan ini juga berdampak serius bagi perekonomian masyarakat. Pasar lama telah dirobohkan dan dipindahkan, menyebabkan para pedagang mengalami penurunan omzet hingga 50 persen.
Apabila proyek ini tidak terealisasi pada tahun 2025, maka pengelolaan Pasar Ikan Ranai dikhawatirkan tidak akan terwujud. Hal ini karena izin reklamasi lahan hampir habis, dan jika harus diurus ulang, prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun, sebagaimana pernah terjadi pada 2021.
Lambannya realisasi dari KKP juga menimbulkan kerugian pada fasilitas yang sudah ada, karena minimnya perawatan aset. Oleh sebab itu, KKP sebagai sektor utama perlu segera menuntaskan program ini, sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo–Gibran pada poin ke-3 dan ke-5. Peran KKP dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui pengembangan maritim di Sumatera akan semakin nyata, dengan Natuna sebagai motor penggeraknya.
Sebagai informasi, Japan International Cooperation Agency (JICA) telah memberikan dana hibah kepada KKP RI. Dana tersebut ditujukan untuk pembangunan Pasar Ikan Ranai sekaligus pengembangan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Redaksi
Komentar
Baca Juga
Kemenkum Jateng - BHP Semarang Dorong Optimalisasi Layanan Hukum di Kelurahan Sondakan
Ragam Nusantara 56 menit lalu
Jisco Marine dan Tafcindo Jasatama Kembali Bagikan Sembako untuk Warga Semarang dan Tegal
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Waspada Kebakaran Hutan di Musim Kemarau, Polda Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Industri Tiongkok Tumbuh Kuat, Didukung Lonjakan Teknologi dan AI
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemkab Tegal Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Terkini
Kemenkum Jateng - BHP Semarang Dorong Optimalisasi Layanan Hukum di Kelurahan Sondakan
Ragam Nusantara 56 menit lalu
Reva Adi Siap Bantu PSIM Raih Poin Lawan Bhayangkara FC
Sport 58 menit lalu
Jisco Marine dan Tafcindo Jasatama Kembali Bagikan Sembako untuk Warga Semarang dan Tegal
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Waspada Kebakaran Hutan di Musim Kemarau, Polda Jateng Ajak Masyarakat Tingkatkan Kepedulian Lingkungan
Ragam Nusantara 1 jam lalu
Industri Tiongkok Tumbuh Kuat, Didukung Lonjakan Teknologi dan AI
Ragam Nusantara 2 jam lalu
Kuliah Umum Food Tech UDB Surakarta: Sinergi Agribisnis dan Teknologi Pangan untuk Kedaulatan Pangan
Ilmu 2 jam lalu
Hadapi Laga Berat, PSIM Yogyakarta Waspadai Lini Depan Bhayangkara FC
Sport 2 jam lalu
Tingkatkan Kualitas Layanan, Pemkab Tegal Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial untuk Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Resmikan Jambore Sosial PSKS DIY 2026 di Gunungkidul, Wagub DIY Minta Jangan Hanya Jadi Kegiatan Rekreatig
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Hadiri Rakor Embarkasi Haji YIA 2026, Wabup Kulon Progo Minta Setiap Detailnya Harus Dipersiapkan
Ragam Nusantara 3 jam lalu
KAI Daop 4 Semarang Resmikan Perjalanan Perdana KA Brumbung Cargo
Ragam Nusantara 3 jam lalu