RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

CINEMA XXI

ULASAN Once We Were Us: Cinta Lama, Luka Lama, dan Pertemuan yang Tak Pernah Sederhana

Salah satu kekuatan film ini terletak pada pendekatan visualnya. Adegan masa lalu ditampilkan dengan tone warna hangat dan cerah, merepresentasikan fase cinta yang penuh harapan.

Sebaliknya, masa kini digambarkan dalam hitam-putih dengan nuansa lebih dingin dan dewasa. Kontras ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan simbol perubahan emosi dan perjalanan hidup kedua karakter.

Dengan tempo yang cenderung pelan dan dialog yang tidak berlebihan, film ini lebih banyak berbicara lewat ekspresi dan suasana. Justru kesederhanaan itulah yang membuatnya terasa jujur dan menyentuh.

Chemistry yang Terasa Nyata

Moon Ka-young tampil solid sebagai Jeong Won—perempuan mandiri dan realistis yang menyimpan luka lama. Emosinya tidak meledak-ledak, tetapi terasa dalam karena banyak yang dipendam.

Sementara itu, Koo Kyo-hwan menunjukkan sisi berbeda dari peran-perannya yang biasanya intens. Ia menghadirkan sosok pria hangat yang dipenuhi dilema, terutama saat harus memilih antara cinta dan tanggung jawab hidup.

Chemistry keduanya terasa natural, tidak dibuat-buat. Interaksi mereka seperti potongan kisah nyata yang mungkin pernah dialami banyak orang.


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Lulu

Komentar

Baca Juga

Terkini