RAGAM NUSANTARA

ILMU

JELAJAH

Yang Hansen Lakukan Debut Center Rookie dan Soroti Prospeknya di NBA

Di sisi lain, banyak yang mengingatkan bahwa kondisi seperti ini sangat umum bagi pemain big man muda. Banyak rookie di pertengahan hingga akhir putaran pertama yang juga jarang mendapat menit bermain, menandakan bahwa rookie yang langsung berdampak itu benar-benar langka. 

Dengan usia baru 20 tahun, kemampuan passing yang unik, sentuhan tembakan yang lembut, serta footwork menarik, banyak yang percaya potensi pengembangan Yang tetap tinggi, asal dia mendapat struktur pengembangan yang tepat dan waktu yang cukup.

Untuk saat ini, G League menjadi tempat yang sesuai bagi perkembangannya, yakni menit bermain konsisten, lingkungan yang lebih sederhana, dan ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri. Remix memproyeksikan dia akan tampil dalam dua laga tandang berikutnya sebelum kembali ke Blazers.

Hansen mungkin belum siap sepenuhnya untuk NBA hari ini, tetapi taruhan jangka panjang Portland terhadap potensinya masih kokoh. Debutnya di G League memang belum menjawab semua keraguan, tetapi setidaknya memberi satu hal penting di awal perjalanannya, yakni bukti bahwa dia sedang bergerak ke arah yang benar. 


IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS


Editor: Redaksi
Sumber: Xinhua

Komentar

Baca Juga

Terkini