Penyedia Layanan Keamanan Siber Spentera Gelar Seminar "Cyberwolves Con, Latest Threat Intelligence Brief in Indonesia"
Red - 30 April 2024 - TeknoNYALANUSANTARA, Jakarta - Dalam menghadapi meningkatnya ancaman kejahatan siber yang merambah sektor keuangan, Spentera, sebuah perusahaan penyedia layanan keamanan siber terkemuka, menggelar seminar bertajuk "Cyberwolves Con, Latest Threat Intelligence Brief in Indonesia" di Hotel Westin, Jakarta pada tanggal 25 April 2024.
Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kasus kejahatan siber telah meningkat secara signifikan di seluruh dunia, mencapai lebih dari 77 persen pada tahun 2023 dari sebelumnya 40 persen pada tahun 2019. Seiring dengan hal itu, sektor keuangan menjadi sasaran yang rentan terhadap serangan, mengingat volume data sensitif dan nilai transaksi yang tinggi.
Dalam Global Financial Stability Report - April 2024 yang dikeluarkan oleh International Monetary Fund (IMF), hampir 20 persen dari risiko ancaman siber terhadap sektor keuangan menyasar lembaga keuangan, dengan bank menjadi yang paling rentan. Ancaman tersebut mencakup serangan seperti phishing, ransomware, DDoS (Denial of Service), dan pencurian data sensitif.
"Dampak dari serangan siber tidak dapat dianggap remeh," kata Juda Agung, Deputi Gubernur Bank Indonesia. "Serangan ini tidak hanya mengganggu layanan keuangan, tetapi juga merusak integritas sistem keuangan secara keseluruhan."
Untuk mengatasi tantangan ini, Spentera menginisiasi seminar dengan fokus pada penguatan keamanan siber, terutama bagi industri perbankan yang menjadi target utama serangan. Royke Tobing, Direktur Cyber Intelligence PT Spentera, menjelaskan, "Spentera dapat menjadi mitra bagi bank dalam memberikan perlindungan terbaik dari ancaman siber, tidak hanya dalam pencegahan, tetapi juga dalam deteksi dan pemulihan pasca-insiden."
Salah satu sorotan dalam seminar adalah ancaman terhadap aplikasi perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa aplikasi internet banking dan mobile banking terus mengalami tantangan keamanan. Spentera menemukan beberapa kerentanan dalam aplikasi perbankan, termasuk dalam proses transaksi dan referensi objek langsung.
Dalam upaya menjaga ketahanan dan keamanan siber, OJK telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 29 /SEOJK.03/2022 yang memberikan panduan komprehensif bagi bank komersial. Aturan tersebut mencakup penilaian risiko, perlindungan data, perencanaan respons insiden, dan peningkatan kapasitas karyawan.
IKUTI BERITA NYALANUSANTARA.COM SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
Editor: Admin
Komentar
Baca Juga
Xiaomi Perkenalkan REDMI Buds 8 Lite dan Mijia Smart Audio Glasses di Indonesia, Lengkapi Ekosistem Human x Car x Home
Tekno 2 hari lalu
Render Google Pixel 10a Bocor, Usung Desain Familiar dan Spesifikasi Menjanjikan
Tekno 3 hari lalu
Redmi Note 15 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Ketangguhan TITAN Tanpa Tanding
Tekno 4 hari lalu
OnePlus Nord 6 Muncul di Geekbench, Bocorkan Snapdragon 8s Gen 4 dan Android 16
Tekno 4 hari lalu
Bocoran Xiaomi 18: Lensa Periskop hingga Wireless Charging Disebut Jadi Fitur Standar
Tekno 5 hari lalu
Terkini
Lapas Semarang Dorong Napi Produksi Kopi Sachet
Ragam Nusantara 33 menit lalu
Dari Konten Parodi ke Bisnis Global, Khaby Lame Raih Kesepakatan Rp15,1 Triliun
Lifestyle 1 jam lalu
Persijap Jepara Banyak Datangkan Pemain Berpengalaman dari ISL
Sport 3 jam lalu
Diplomasi Prabowo Dari Menhan Hingga Presiden, Tetap Konsistensi Membela Kedaulatan Palestina
Ragam Nusantara 3 jam lalu
Pemkot Semarang Tambal Jalan Berlubang di Sejumlah Ruas Jalan
Ragam Nusantara 4 jam lalu
Kemenkum Jateng Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Posbankum
Ragam Nusantara 5 jam lalu
Intim dan Khidmat, Ini Potret Bridesmaid & Groomsmen di Pernikahan Ranty Maria–Rayn Wijaya di Bali
Lifestyle 5 jam lalu
DWP Kemenkum Jateng Tebar Kepedulian di Panti Asuhan Rumah Anak Surga
Ragam Nusantara 6 jam lalu
Menanti Momen Sempurna, Ranty Maria dan Rayn Wijaya Resmi Menikah di Tanggal Penuh Maknan
Lifestyle 6 jam lalu
TNI Tak Hanya Bersih-bersih Namuan Juga Lakukan Renovasi Rumah hingga Sekolah di Aceh Tamiang
Ragam Nusantara 7 jam lalu
Di Era Presiden Prabowo, Indonesia Disebut Ekonom Global Jadi Primadona Investasi
Ekbis 8 jam lalu