Mendes PDT: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Hadapi Dominasi Ritel Modern di Desa

Mendes PDT: Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Hadapi Dominasi Ritel Modern di Desa

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi langkah strategis untuk mengatasi dominasi ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart di wilayah pedesaan.

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/11), Yandri menyebut Kopdes sebagai program strategis nasional yang dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa serta memastikan layanan ekonomi tidak hanya dikuasai oleh segelintir pihak.

Menurutnya, Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat yang menyediakan berbagai kebutuhan dasar masyarakat desa, mulai dari bahan pokok, pupuk, hingga elpiji. Ia juga menegaskan bahwa sistem usaha ini akan dirancang agar dapat tumbuh bersama warung-warung tradisional, bukan menyingkirkan mereka.

Kemendes PDT, lanjut Yandri, tengah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Dalam Negeri untuk menyiapkan regulasi yang melindungi pelaku usaha kecil agar dapat hidup berdampingan dengan Kopdes Merah Putih.

Mengenai keberadaan ritel modern, Yandri menilai jumlahnya saat ini sudah cukup dan tidak perlu lagi ada penambahan, terutama di wilayah pedesaan, karena dapat mengancam keberlangsungan usaha kecil masyarakat. Ia menekankan pentingnya membangun sistem ekonomi alternatif yang lebih berpihak pada pelaku usaha lokal.

Selain memperkuat Kopdes, Kemendes PDT juga menargetkan sebanyak 20 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat berperan dalam rantai pasok pangan nasional, termasuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, sekitar 400 BUMDes telah berpartisipasi dalam penyediaan bahan pangan seperti beras, telur, dan ikan.

Yandri juga menyampaikan bahwa Kemendes PDT terus mendorong pengembangan desa tematik berbasis potensi lokal, seperti Desa Nila di Bandung Barat, Desa Ayam, dan Desa Lele di berbagai daerah, guna memperkuat ketahanan ekonomi dari tingkat desa.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini