Bulog Pastikan Stok Beras Nasional 3,8 Juta Ton, Pasokan Aman Tanpa Impor hingga Awal 2026

Bulog Pastikan Stok Beras Nasional 3,8 Juta Ton, Pasokan Aman Tanpa Impor hingga Awal 2026

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional berada pada level 3,8 juta ton. Dengan jumlah tersebut, kebutuhan beras masyarakat dinilai aman hingga akhir 2025 bahkan memasuki awal 2026 tanpa harus menambah impor dari negara mana pun. Rizal menekankan bahwa publik tidak perlu khawatir karena ketersediaan beras tercukupi secara stabil menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga telah menyoroti capaian swasembada beras Indonesia dalam berbagai forum internasional, termasuk Sidang Umum PBB dan KTT G20. Pencapaian tersebut, kata Rizal, menggambarkan peningkatan signifikan dalam sektor pertanian nasional.

Rizal menjelaskan bahwa produktivitas petani terus meningkat seiring penggunaan teknologi yang lebih maju. Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, memperkuat keyakinan bahwa kebutuhan beras nasional dapat dipenuhi tanpa impor.

Meski demikian, ia menyoroti dua wilayah—Yakni Kota Batam di Kepulauan Riau dan Kabupaten Sabang di Aceh—yang sebelumnya kerap melakukan impor beras ilegal. Rizal berharap aktivitas ilegal tersebut tidak terulang, mengingat Bulog telah mengirim 48 ribu ton beras untuk memenuhi kebutuhan Batam dan Karimun. Bulog juga memasok beras premium jenis Sentra Ramos dan Punakawan dengan harga sekitar Rp14.900 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi wilayah tersebut.

Pengiriman beras premium ke Batam dilakukan pada Kamis dan diperkirakan tiba pada 3 Desember untuk memastikan pasokan tetap terjaga selama perayaan akhir tahun. Untuk Sabang, Bulog Cabang Aceh akan dikerahkan untuk memperkuat distribusi begitu kondisi daerah membaik, mengingat wilayah tersebut saat ini dilanda banjir.

Selain Batam dan Sabang, Bulog juga mempersiapkan pengiriman beras ke wilayah timur Indonesia seperti Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara Timur, daerah yang mayoritas merayakan Natal.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membuka keran impor beras meskipun harga dunia tengah turun. Ia menegaskan beras ilegal yang masuk, seperti penyegelan 250 ton di Sabang dan 40 ton di Batam baru-baru ini, merupakan bentuk komitmen pemerintah menjaga swasembada pangan.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini