Tiga Indikator Kunci Antar Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Stok Tertinggi

Tiga Indikator Kunci Antar Indonesia Raih Swasembada Beras dengan Stok Tertinggi

NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memaparkan tiga indikator utama yang menegaskan Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan stok tertinggi sepanjang sejarah.

Ketut menjelaskan, indikator pertama adalah tidak adanya impor beras sepanjang tahun 2025. Kedua, produksi beras nasional jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat. Ketiga, cadangan beras yang dikelola Perum Bulog berada pada level sangat tinggi, yakni lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun.

“Dengan terpenuhinya tiga indikator ini, kita bisa menyatakan bahwa posisi Indonesia saat ini sudah swasembada beras,” ujar Ketut saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) bahkan masih mengategorikan suatu negara sebagai swasembada apabila impor pangan dilakukan di bawah 10 persen dari total kebutuhan. Namun, Indonesia justru tidak melakukan impor beras konsumsi sama sekali.

“Apalagi Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman sudah menegaskan tidak ada impor beras konsumsi. Jadi arahnya jelas, kita sudah swasembada,” kata Ketut.

Menurutnya, visi swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo mulai terwujud pada tahun pertama pemerintahannya. Kebutuhan beras sebagai pangan pokok strategis kini sepenuhnya dipenuhi dari hasil produksi petani dalam negeri tanpa impor sepanjang 2025.

Bapanas, kata Ketut, mendukung capaian tersebut yang tercermin dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025. Proyeksi ini disusun bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini