BPH Migas Prioritaskan Kuota BBM Subsidi untuk Perkuat Konektivitas Angkutan Umum Antarwilayah

BPH Migas Prioritaskan Kuota BBM Subsidi untuk Perkuat Konektivitas Angkutan Umum Antarwilayah

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menempatkan pemberian kuota bahan bakar minyak (BBM), termasuk Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM subsidi), sebagai prioritas guna mendukung konektivitas antarwilayah melalui berbagai moda angkutan umum.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, saat ditemui di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (6/1) malam, menyampaikan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap angkutan umum berkapasitas besar, salah satunya kapal laut yang dioperasikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Menurut Wahyudi, angkutan laut menjadi elemen penting dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat di wilayah kepulauan maupun lintas kabupaten dan provinsi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Oleh karena itu, dukungan BBM subsidi menjadi faktor krusial dalam menjaga kelangsungan layanan tersebut.

Selain berperan sebagai penghubung antarwilayah, kapal laut juga dinilai semakin diminati karena menawarkan efisiensi biaya perjalanan. Wahyudi menilai kapal Pelni menjadi alternatif transportasi yang ekonomis bagi masyarakat yang ingin menekan biaya perjalanan dibandingkan menggunakan moda transportasi udara.

Pada tahun ini, BPH Migas telah menetapkan kuota BBM subsidi untuk kapal penumpang PT Pelni sebesar 181.431 kiloliter. Jumlah tersebut meningkat sekitar dua persen dibandingkan realisasi pemanfaatan BBM subsidi pada 2025 yang mencapai 177.930 kiloliter.

Wahyudi menjelaskan bahwa penetapan kuota tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sepanjang tahun 2026, dengan perhitungan berbasis proyeksi kebutuhan bulanan yang terintegrasi bersama Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha pelaksana penugasan.

Ia berharap peningkatan kuota BBM subsidi ini dapat berdampak positif terhadap kinerja dan kualitas layanan angkutan umum, khususnya kapal penumpang Pelni. BPH Migas, lanjutnya, siap mendukung apabila ke depan terdapat perubahan rute maupun kebutuhan tambahan kuota, agar pemanfaatan BBM subsidi benar-benar optimal dan tepat sasaran bagi masyarakat.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini