Surplus Beras Nasional Melonjak 243 Persen, Bapanas Tegaskan Swasembada Kian Kuat
NYALANUSANTARA, TANGGERANG- Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat lonjakan signifikan surplus beras nasional dalam empat tahun terakhir, dengan peningkatan mencapai 243,2 persen seiring terwujudnya swasembada beras. Capaian ini dinilai memperkokoh ketahanan pangan Indonesia yang semakin mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi petani sebagai pilar utama percepatan swasembada pangan nasional.
“Ini adalah langkah nyata dan tekad pemerintah untuk melindungi petani sebagai elemen penting dalam kerangka percepatan swasembada pangan,” ujar Amran dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Menurut Bapanas, salah satu indikator utama keberhasilan swasembada beras adalah terjadinya surplus produksi yang melampaui kebutuhan konsumsi nasional. Pada 2025, surplus beras tercatat mencapai 3,52 juta ton, berasal dari total produksi 34,71 juta ton yang melebihi kebutuhan konsumsi tahunan sebesar 31,19 juta ton.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang dikelola Bapanas sejak 2022, surplus produksi beras menunjukkan tren peningkatan tajam. Pada 2022, produksi beras tercatat 31,54 juta ton dengan konsumsi 30,51 juta ton, sehingga masih terdapat surplus 1,02 juta ton.
“Dengan demikian, surplus produksi terhadap konsumsi beras pada 2025 meningkat hingga 243,2 persen dibandingkan tahun 2022,” jelas Amran.
Surplus yang semula 1,02 juta ton pada 2022 melonjak menjadi 3,52 juta ton pada 2025, bertepatan dengan era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, pada 2023 surplus hanya sekitar 204,29 ribu ton dari produksi 31,1 juta ton dan konsumsi 30,9 juta ton. Adapun pada 2024, tidak tercatat adanya surplus produksi terhadap konsumsi.
Amran menambahkan, pencapaian swasembada beras pada 2025 semakin ditegaskan dengan nihilnya impor beras untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang ditugaskan kepada Perum Bulog.
Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah tidak lagi melakukan impor beras konsumsi karena produksi dalam negeri telah mencukupi kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan catatan Bapanas, pada 2022 pemerintah masih melakukan impor CBP sebesar 57,4 ribu ton. Jumlah impor meningkat pada 2023 menjadi 2,81 juta ton dan kembali bertambah pada 2024 hingga 3,85 juta ton.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang- Dibandingkan periode yang sama tahun 2024,…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan…
Terkini
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Oppo resmi mengumumkan peluncuran dua smartphone flagship…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Vivo diam-diam meluncurkan smartphone terbarunya, Vivo Y60,…
NYALANUSATARA, DEPOK- Sony resmi meluncurkan smartphone flagship terbarunya, Sony…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Honor diperkirakan akan segera meluncurkan tablet terbaru…
NYALANUSANTARA, Banjarnegara— Singkong yang selama ini kerap dianggap…
NYALANUSANTARA, Sragen— Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, DEMAK- Google resmi memperkenalkan Googlebook, kategori laptop terbaru…
NYALANUSANTARA, Sragen— Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin…
NYALANUSANTARA, DEPOK- Mercedes-Benz S-Class 2026 tidak hanya tampil lebih…
NYALANUSANTARA, Semarang - Universitas Negeri Semarang (UNNES) melalui…
NYALANUSANTARA, Bantul— Tim SAR Gabungan menemukan Riza (30),…
Komentar