BPH Migas Tekankan Kesiapan dan Pengawasan BBM Subsidi Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026

BPH Migas Tekankan Kesiapan dan Pengawasan BBM Subsidi Jelang Ramadhan–Idul Fitri 2026

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menegaskan pentingnya kesiapan serta pengawasan ketat dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan gas bumi bersubsidi menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa langkah persiapan ini berkaitan erat dengan pengelolaan kuota BBM subsidi dan kompensasi negara, baik untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) maupun Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP).

“Persiapan ini menyangkut kuota BBM subsidi dan kompensasi negara, baik JBT maupun JBKP,” ujar Wahyudi saat memberikan keterangan di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis.

Menurut Wahyudi, Pertamina perlu melakukan penambahan stok guna mengantisipasi potensi antrean atau kelangkaan BBM ketika permintaan meningkat selama Ramadhan dan Idul Fitri yang jatuh pada bulan depan.

“Kita masih di awal tahun, dan nantinya dalam mekanisme distribusi maupun penyaluran, baik di Fuel Terminal maupun SPBU, Pertamina akan melakukan build up stok,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketahanan stok nasional yang berada di atas batas minimum dapat menjadi dasar bagi Pertamina untuk menyesuaikan distribusi di setiap Integrated Terminal dan Fuel Terminal yang tersebar di berbagai wilayah regional maupun jalur penghubung utama di tingkat kabupaten dan kota.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menekankan perlunya pengawasan yang lebih intensif terhadap penyaluran BBM subsidi. Hal ini menyusul peningkatan konsumsi BBM subsidi pada 2025, khususnya minyak solar, yang naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini