Menaker Yassierli Soroti Tantangan Serius K3 Nasional Jelang 2026

Menaker Yassierli Soroti Tantangan Serius K3 Nasional Jelang 2026

NYALANUSANTARA, JAKARTA- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa kinerja Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional masih menghadapi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian serius pada 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam sebuah acara hibrida yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Yassierli menyebutkan, berdasarkan data tahun 2024, tercatat sebanyak 319.224 kasus kecelakaan kerja yang dilaporkan secara nasional. Angka ini dinilai mencerminkan kondisi nyata yang harus dihadapi Indonesia, mengingat saat ini terdapat sekitar 146 juta pekerja yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari industri, jasa, hingga ekonomi digital, dengan tingkat risiko yang beragam.

Menurut Yassierli, kecelakaan kerja tidak bisa dipandang sekadar sebagai data statistik. Di balik setiap kasus, terdapat dampak besar seperti pekerja yang kehilangan kemampuan kerja, korban jiwa, keluarga yang kehilangan sumber penghidupan, terganggunya produktivitas perusahaan, serta meningkatnya beban sosial dan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa kecelakaan kerja merupakan sinyal adanya kelemahan dalam sistem K3, baik di tingkat perusahaan maupun nasional. Kecelakaan, lanjutnya, bukan hanya kegagalan teknis, tetapi juga kegagalan sistem akibat proses kerja yang tidak aman, peralatan yang tidak layak, lemahnya pengawasan, serta budaya K3 yang belum sepenuhnya tertanam.

Sepanjang 2025, Kemnaker telah melakukan berbagai upaya penguatan K3, mulai dari penyempurnaan regulasi, pelatihan dan sertifikasi, hingga sosialisasi budaya K3. Selain itu, Kemnaker juga mendorong transformasi layanan K3 berbasis digital yang terintegrasi untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan pencegahan kecelakaan kerja yang lebih efektif.


Editor: Lulu

Terkait

Komentar

Terkini