Kementan Percepat Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
NYALANUSANTARA, ACEH- Kementerian Pertanian (Kementan) mulai melakukan rehabilitasi dan penanaman ulang sawah yang rusak akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan produksi pangan nasional, menjaga pendapatan petani, serta memastikan musim tanam tetap berjalan sesuai jadwal.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemulihan lahan pertanian merupakan tanggung jawab pemerintah sejak awal bencana terjadi. Pemerintah berkomitmen memberikan perhatian penuh agar penanganan dilakukan secara cepat dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.
Saat meninjau langsung proses rehabilitasi sawah di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Amran menyebut total kerusakan sawah di tiga provinsi tersebut mencapai sekitar 100 ribu hektare. Penanganan dilakukan bertahap, dimulai dari lahan dengan tingkat kerusakan ringan, kemudian sedang, hingga berat.
Pemerintah kini memasuki fase rehabilitasi sawah, perbaikan irigasi, dan sarana pendukung lainnya. Sekitar 90–95 persen lahan dengan kategori kerusakan ringan dan sedang ditargetkan segera pulih, disertai bantuan benih gratis agar petani dapat kembali menanam tepat waktu.
Program rehabilitasi ini dijalankan dengan skema padat karya yang melibatkan langsung petani pemilik lahan. Pemerintah pusat memberikan upah harian kepada petani, sehingga selain memulihkan lahan, program ini juga membuka lapangan kerja di tingkat lokal. Di Aceh saja, sekitar 10 ribu hektare sawah membutuhkan kurang lebih 200 ribu Hari Orang Kerja (HOK).
Sebagai bentuk keseriusan, Mentan menugaskan jajaran teknis dan direktorat terkait untuk siaga di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna memastikan pendampingan berjalan hingga rehabilitasi selesai. Sejak bencana terjadi, Kementan juga menggalang solidaritas internal melalui gerakan Kementan Peduli yang berhasil menghimpun bantuan sekitar Rp75 miliar dari pegawai, pimpinan, dan mitra.
Selain pemulihan pertanian, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan melalui Badan Pangan Nasional atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut mencakup 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng untuk tiga provinsi, dengan hampir separuh dialokasikan ke Aceh sebagai wilayah paling terdampak.
Editor: Lulu
Terkait
NYALANUSANTARA, Semarang - Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES)…
NYALANUSANTARA, JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat pemulihan…
Terkini
NYALANUSANTARA, Jakarta — Perdana Menteri Australia Anthony Albanese…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu…
NYALANUSANTARA, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan…
NYALANUSANTARA, Jakarta— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjajaki…
NYALANUSANTARA, Semarang- Bulan suci Ramadan merupakan bulan penuh…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)…
NYALANUSANTARA, Semarang- Mengawali tahun 2026, Horison Ultima Sentraland…
NYALANUSANTARA, Jakarta- Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono,…
NYALANUSANTARA, Semarang– Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, melakukan…
NYALANUSANTARA, MUMBAI- Film epik Ramayana yang dibintangi Ranbir Kapoor…
Komentar